Ditutup Melemah Tipis, Rupiah Kembali Gagal Ungguli Dolar

Meski sokongan fundamental domestik cukup kuat, namun hal tersebut belum mampu menyokong laju untuk mengungguli AS. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup (9/8) dengan pelemahan sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.127 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka turun tipis 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.127 per dolar AS. Jeda siang, spot kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,08% ke Rp13.134 per dolar AS. Jelang penutupan, atau pukul 15.35 WIB, rupiah masih belum bisa bangkit dengan melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.132 per dolar AS.

Menurut Kepala Riset NH Securities Indonesia, , meski cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 111,4 miliar dolar AS, namun keadaan ini tidak terlalu berdampak terhadap laju mata uang Garuda. “Meski terdapat potensi penguatan, namun rupiah terhalangi pelemahan mata uang lainnya terhadap dolar AS,” kata Reza.

Dolar AS memang mampu berbalik naik 0,45 poin atau 0,05% ke 96,446 pada Selasa siang setelah dibuka dengan pelemahan tipis di posisi 96,352. Masih menguatnya the greenback jelang rilis dari The Fed membuat sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah, termasuk rupiah.

Dorongan terhadap rupiah juga semakin minim usai harga minyak kembali turun pada siang tadi. Harga minyak jenis WTI kontrak September melemah 0,35 poin atau 0,81% ke 42,67 dolar AS per barel. Di saat yang sama, minyak untuk kontrak Oktober juga 0,40 poin atau 0,88% ke posisi 44,99 dolar AS per barel.

Loading...