Dituduh Jual Barang Palsu, Alibaba Serang Balik Lembaga Perlindungan Merek

Alibaba - asia.nikkei.com

Beijing – Perusahaan e-commerce ternama asal , Alibaba Group Holding menuduh beberapa perlindungan reputasi karena telah membuat tuduhan palsu terkait -barang palsu dan pelanggaran kekayaan intelektual pada platform satu ini. Bahkan Alibaba juga menyerukan pada para pedagang untuk memboikot lembaga tersebut.

Secara khusus Alibaba menyebut perusahaan asal China, Hangzhou Wangwei Technology yang mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk berhenti memproses keluhan apapun dari perusahaan. Menurut Alibaba, Wangwei telah mengajukan ribuan pengaduan, di mana lebih dari 60% sejak 2015 telah ditarik pasca mendapat penolakan dari pedagang.

“Angka tersebut jauh melampaui normal,” ujar Alibaba melalui pernyataan onlinenya. Di samping itu Alibaba menambahkan bahwa pihaknya mempunyai bukti yang menunjukkan bahwa badan tersebut bersama pemilik merek tertentu dan distributor telah bekerjasama untuk mengajukan komplain terhadap pedagang karena telah menetapkan harga dan memanipulasi saluran penjualan.

Alibaba juga mengatakan bahwa beberapa lembaga telah disea oleh merek-merek untuk memalsukan dokumen dan membuat pendaftaran merek dagang yang buruk. Kerugian yang dialami pedagang dari kegiatan itu terkadang masih bisa dihindari dengan langkah Alibaba yang secara otomatis menghapus dari penjualan ketika terdapat keluhan yang diajukan dan sementara permohonan dari pedagang sedang diproses.

Menurut Alibaba, beberapa toko terpaksa ditutup karena beberapa keluhan yang terus menerus masuk terkait berbagai produk di toko online mereka yang diajukan oleh lembaga perlindungan merek. Seorang karyawan Alibaba yang sudah biasa mengurus masalah ini mengatakan bahwa sejauh perusahaan menyadari, kebanyakan klien dari lembaga ini adalah perusahaan China, dan beberapa lembaga menggunakan komplain sebagai cara untuk mendapatkan kompensasi dari penjual produk palsu sebagai uang tutup mulut.

Lewat sebuah pernyataan online, Wangwei mengatakan bahwa seluruh tuduhan itu palsu dan mengaku bahwa langkah ini dilakukan untuk benar-benar menegakkan hukum perlindungan kekayaan intelektual. Sementara itu klaim Alibaba ini muncul di tengah pertempuran melawan produk palsu setelah memperoleh banyak kritik secara global.

Banyak merek internasional yang mengeluh karena Alibaba tidak berbuat banyak untuk memerangi barang-barang palsu. Pada Desember tahun lalu, perwakilan kantor US Trade telah meletakkan Taobao Alibaba dalam blacklist pasar yang terkenal menjual barang-barang palsu.

Loading...