Ditopang Sentimen Luar, Rupiah Lanjutkan Tren Positif Ditutup Menguat 62 Poin

Prediksi bahwa rupiah akan melanjutkan rebound pada perdagangan Jumat (22/1) terbukti. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, hari ini rupiah ditutup ke Rp13.845 per dolar AS. Garuda terapresiasi 62 poin atau 0,44 persen dibanding sebelumnya di Rp13.907 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah berada di Rp13.879 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,20 persen. Kemudian siang harinya, tepatnya pukul 14.08 WIB, rupiah kembali melanjutkan tren positifnya dengan menguat 0,44 persen atau 61 poin di Rp13.846 per dolar AS.

Menguatnya rupiah juga diberitakan Yahoo Finance. Pada pukul 16.03 WIB, rupiah menguat ke level Rp13.835 per dolar AS. Mata uang Garuda terapresiasi tipis 5 poin atau 0,04 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.840 per dolar AS

Rupiah terapresiasi setelah pelaku optimsitis serapan belanja negara yang lebih cepat akan memacu pertumbuhan . Selain itu, rilis data juga menunjukkan terjadi kenaikan investasi asing langsung pada kuartal terakhir 2015.

“Belanja modal kuartal keempat menyarankan meningkatkan pelaksanaan ,” jelas Ahli Strategi Nomura Holding Inc., Dushyant Padmanabhan. “Pasar menjadi lebih optimistis terhadap outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia, bursa saham, dan pasar uang.”

Sementara menurut Kepala Riset , Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa sinyal stimulus (ECB) mendorong selera risiko pelaku pasar terhadap negara berkembang meningkat. Situasi ini menjadi salah satu penopang laju mata uang rupiah.

“Harapan tambahan stimulus dari Eropa itu juga membantu minyak mentah rebound,” kata Ariston. “Mata uang komoditas pun turut menguat mengikuti pergerakan minyak.”

Ditambahkan Ariston, harga minyak mentah hampir kembali menyentuh level 30 dolar AS per barel. Harga minyak mentah WTI Crude pada Jumat pagi terpantau naik ke 29,72 per dolar AS, sedangkan minyak Brent menguat ke level 29,53 dolar AS per barel.

Loading...