Ditopang Kenaikan Harga Minyak, Spot Dibuka Menguat 5 Poin

Rupiah diramalkan masih mampu melanjutkan tren positif pada perdagangan akhir pekan ini (19/8). Harga dunia yang terus membaik serta yang kian stabil disebut menjadi faktor penopang pergerakan Garuda.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.115 per dolar AS. Lalu, pada pukul 08.33 WIB, mata uang Garuda kembali 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.118 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS dibuka naik tipis 0,085 poin atau 0,09% ke 94,242.

“Rupiah diharapkan mampu bertahan di zona hijau seiring harga minyak dunia yang membaik serta data inflasi yang stabil,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, . “Selain itu, masih belum adanya kesepakatan terkait kenaikan tingkat suku bunga oleh para petinggi membuat pergerakan dolar AS cenderung tidak leluasa.”

Harga minyak dunia memang melanjutkan tren positif pada Jumat pagi WIB. Patokan minyak mentah West Texas Intermediate () untuk pengiriman September naik ke level 48,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak jenis kontrak Oktober juga menguat ke level 50,89 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

“Pergerakan rupiah pada hari ini juga bergantung hasil rapat Dewan Gubernur untuk membahas penerapan 7-day reverse repo,” sambung Reza. “Rupiah kemungkinan berada di level support Rp13.122 per dolar AS dan resisten Rp13.090 per dolar AS.”

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, juga mengutarakan bahwa pasca-rilis angka inflasi AS yang turun serta notulensi FOMC meeting dini hari kemarin, indeks dolar AS terus anjlok. Sementara, spekulasi pembatasan minyak mentah oleh OPEC masih bertahan melihat dari konsistensi kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Sentimen pelemahan dolar AS masih berpeluang bertahan pada hari ini,” kata Rangga. “Hari ini ditunggu rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan memangkas suku bunga terbarunya.”

Loading...