Ditentukan Berdasarkan Jarak (Per Kilometer), Perhitungan Biaya Gojek Dapat Dilihat Di Aplikasi

Ditentukan Berdasarkan Jarak (Per Kilometer), Perhitungan Biaya Gojek Dapat Dilihat Di AplikasiDriver dan pengguna GoJek terjebak macet di jalan raya (Instagram: @gojekindonesia)

Saat ini, seperti Gojek menjadi pilihan yang cukup digemari oleh masyarakat. Selain mudah memesannya, Anda juga bisa mengetahui untuk sekali jalan. Perhitungan biasanya ditentukan berdasarkan (per kilometer), dan besarnya atau tarif akan langsung terlihat di .

Baru-baru ini, mengusulkan tarif ojek online menjadi Rp 2.000 per kilometer. Tarif tersebut sudah termasuk keuntungan dan biaya jasa. Nominal tersebut sudah termasuk naik dibanding tarif yang berlaku saat ini (Rp 1.600/km).

Usulan tersebut disampaikan oleh Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat Rapat Pembahasan Taksi Online dan Ojek Online di Kantor Staf Presiden. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkominfo Rudiantara, Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan perwakilan Grab dan Gojek. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo saat menerima perwakilan pengemudi ojek online, di Istana Merdeka, Jakarta.

“Kemenhub memiliki perhitungan harga tarif pokok ojek online sekitar Rp 1.400-1.500. Dengan keuntungan dan jasanya sehingga tarifnya menjadi Rp 2.000. Namun Rp 2.000 itu harus bersih, jangan dipotong menjadi Rp 1.600 atau berapa,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa penentuan besaran tarif ojek online merupakan hak perusahaan untuk menentukan. Pemerintah tidak berhak untuk menekan dan mengintervensi, karena perusahaan juga memiliki perhitungan sendiri untuk menentukan seberapa besar tarif per kilometernya.

“Poinnya bukan naik atau tidaknya tarif, tapi yang diinginkan adalah pendapatan dari pengemudi itu dinaikkan. Itu sudah kami sampaikan pesan pengendara ojek ini kepada aplikator. Prinsipnya mereka akan menyesuaikan, besarannya itu mau menjadi berapa, nanti mereka yang akan menghitung lagi,” ujar Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan.

Moeldoko menambahkan bahwa perusahaan jasa angkutan online siap untuk menaikkan tarif yang diharapkan secara proporsional karena mereka juga ingin menyejahterakan pengendara ojeknya. “Besarannya nanti manajemen akan rembukan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa usaha antara perusahaan dengan driver ojek online bersifat kemitraan. Dalam kemitraan tersebut sudah ada keseimbangan antara kedua belah pihak.

“Saya pikir ini sudah masuk ke dalam manajemen mereka. Karena namanya kemitraan, mesti ada kesepakatan antar mereka. Kita tidak bisa menentukan tarif per kilometernya harus berapa. Maka kesepakatan internal mereka itu harus ada, agar terjadi kepuasan antara sesama,” tambah Moeldoko.

Sementara itu, menurut berita terbaru, penentuan tarif Rp 2.000/km tersebut belum membuahkan hasil. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi mengatakan dalam pertemuan tersebut masih ada penawaran yang diajukan oleh perwakilan ojek online.

“Jadi artinya pertemuan kali ini ada penawaran lagi (dari ojek online). Kalau kemarin Rp 4 ribu, nah sekarang sudah menyampaikan antara Rp 3.250 sampai Rp 3.500 dan ini sudah disampaikan kepada pihak Gojek dan Grab,” kata Budi.

Loading...