Disukai Konsumen Indonesia, Harga Wafer Tango 76 Gram Sekitar Rp 4 Ribuan

harga, wafer, tango, 76, gram, di, indomaret, alfamart, merek, pasar, konsumen, indonesia, rasa, chocolate, vanilla, ukuran, kaleng, produk, baru, perusahaan, ot, group, tahun, segmenSajian wafer biskuit cokelat (sumber: timeout.com)

Siapa yang tidak kenal Tango? Sebagai merek , Tango disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari -anak hingga dewasa. Mungkin, sebagian besar orang jika membayangkan , maka yang teringat adalah merek Tango.

Anda bisa menemukan Tango di beberapa toko. ini termasuk cukup mudah ditemukan, karena memang produknya sudah dijual luas ke Indonesia. Tango sendiri tersedia dalam berbagai , mulai dari ukuran kecil hingga dalam kaleng.

Harga Tango termasuk cukup terjangkau. Untuk ukuran 76 gram misalnya, harga jualnya sekitar Rp 4 ribuan. Sementara, untuk ukuran 130 gram dijual seharga Rp 6 ribuan. Lalu, jika Anda ingin membeli dalam jumlah cukup banyak, bisa membeli kemasan kaleng (350 gram) yang harganya sekitar Rp 33 ribuan.

Untuk dijadikan camilan, Tango termasuk cocok dikonsumsi di mana saja dan kapan saja. Demi memuaskan pelanggan Indonesia, Tango tersedia dalam berbagai rasa, mulai vanilla, , stroberi, dan rasa lain yang tidak kalah enak.

Bahkan, pada tahun 2017, perusahaan OT Group selaku produsen Tango telah membuat baru yaitu So Tango untuk memperkuat produk lainnya yaitu Tango Waffle, Tango Fusion, Tango Crunchcake, dan Tango Kraffel.

Untuk memperkenalkan produk So Tango, perusahaan berusaha mendekati kaum pelajar. Seperti yang dilakukan di SMKN 19 melalui kampanye So Tango ‘Enaknya Gak Hoax’. Dalam acara itu, para siswa diberikan edukasi mengenai cara cerdas memanfaatkan media sosial atau internet.

3 Varian wafer Tango ukuran 76 gram (sumber: Bukalapak)

Sebagai pemain besar di fast moving consumer goods (FMCG) dengan merek andalan Tango, Fullo, berbagai permen, hingga minuman seperti Teh Gelas dan Vita Jelly Drink, OT Group berharap dengan pengenalan So Tango bisa memacu penjualan perusahaan.

Khusus untuk divisi , OT Group tengah fokus mengembangkan Tango. “Untuk memenangkan persaingan setiap tahunnya, perusahaan selalu menciptakan terobosan dan inovasi. Untuk tahun 2017, khusus varian Tango, dikeluarkan So Tango untuk memperkuat beberapa produk sebelumnya,” ujar Charles Klamodarso, Managing Director Wafer Division OT Group.

“Kalau food, sekarang kontribusinya ada di rentang 20-30 persen. Setiap tahun harus ada produk-produk baru yang kami launching, sebab kan begitu ramai,” ucap Charles kembali.

Strategi yang dipilih perusahaan untuk terus berinovasi dan mengenalkan produk baru dinilai membuat merek wafer Tango menguasai pasar untuk segmen wafer. Selain mengenalkan produk baru, OT Group juga memperluas segmen pasar. “Kami menyasar segmen remaja dan ibu-ibu untuk produk Tango yang sebelumnya, dan yang kaleng itu untuk segmen family,” tutup Charles.

Perlu diketahui, produk Tango pertama kali diperkenalkan ke pasar Indonesia pada tahun 1995. Pada saat itu, ada tiga rasa yang diperkenalkan yaitu chocolate, choco hazelnut, dan choco vanilla.

Loading...