Diserbu Produk China, Berapa Harga Pupuk Urea per Kg?

Pupuk Urea - tipspetani.blogspot.co.idPupuk Urea - tipspetani.blogspot.co.id

KULON PROGO – Selain -barang elektronik, seperti gadget, dan kendaraan bermotor, pupuk asal kini juga mulai memasuki pasar , termasuk pupuk urea. Bahkan, pupuk urea per kg dari Negeri Tirai Bambu tersebut jauh lebih murah dari pupuk produksi dalam negeri, meski secara diklaim masih kalah.

“Pupuk urea dari China harganya lebih murah dari pupuk urea buatan PT PUSRI karena bahannya dari batubara,” ujar Direktur SDM dan Umum PT PUSRI Palembang, Bob Indiarto, di sela-sela acara Pasar Murah Pupuk dari PT Pupuk Indonesia, di Desa Cerme, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo. “Sementara, pupuk urea buatan PUSRI terbuat dari natural gas.”

Meski sudah masuk ke Indonesia, Bob menuturkan bahwa asal China tersebut belum sampai ke . Ia pun berharap agar Indonesia tetap menggunakan pupuk dalam negeri, karena meski harganya lebih mahal, namun kualitasnya dijamin lebih baik. “Karena MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), produk-produk asal China bisa masuk ke Indonesia dengan seenaknya,” lanjut Bob.

Selain MEA, hadirnya produk asal China kemungkinan juga disebabkan pasokan pupuk urea kepada petani yang semakin terbatas. Di Kabupaten Aceh Barat Daya misalnya, pupuk bersubsidi jenis urea sempat kehabisan stok di seluruh kios pengecer resmi. Sementara, di Kabupaten Malaka, Kupang, telah mengurangi subsidi yang awalnya 900 ton, kini hanya 539 ton.

“Luas bahan baku untuk tanaman padi kami saat ini sekitar 11.134 hektar, dan idealnya, kami membutuhkan 1.650 ton pupuk urea dan 825 ton pupuk NPK,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak. “Saya akan coba membangun komunikasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk mengetahui alasan pengurangan subsidi ini.”

Di pasaran sendiri, harga eceran tertinggi untuk pupuk urea bersubsidi saat ini dipatok Rp90.000 per 50 kilogram, atau sekitar Rp1.800 per kg. Sementara, untuk harga pupuk urea non-subsidi, sekarang berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per 50 kg, atau rata-rata Rp3.000 per kg. “Harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi memang terpaut jauh,” kata pemilik kios ‘Sari Tani’ di Kabupaten Sukoharjo, Sarimin.

Loading...