Disebut Makanan Favorit Orang Indonesia, Berapa Harga Mie Sedaap 1 Dus?

Mi Instant - (Sumber: isigood.com)Mi Instant - (Sumber: isigood.com)

Produk mie instan telah banyak beredar di Indonesia dengan berbagai dan varian rasa misalnya, Mie ABC, Indomie, Sedaap, Sarimi, Sakura, dan lain sebagainya. yang ditawarkan pada tiap produk mie instan tersebut tentunya ditawarkan berbeda-beda, seperti Mie Sedaap Goreng 1 dus berisi 40 bungkus yang dijual seharga Rp70 ribuan dan Mie Sedaap Ayam Bawang 1 dus berisi 40 bungkus ditawarkan lebih murah seharga Rp66 ribuan.

Dilansir melalui Tirto.id bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan konsumsi mi instan terbanyak di dunia. Hal tersebut membawa pengaruh yang besar yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan impor gandum terbanyak kedua di dunia. Sebut saja pada tahun 2016, Indonesia telah mengimpor 8,5 juta ton gandum, dan di tahun yang sama pula orang Indonesia mengkonsumsi sekitar 13 miliar bungkus mie instan. Indonesia berada di bawah Cina dan Hongkong yang mengkonsumsi sejumlah 38,5 miliar bungkus per tahun 2016.

Melalui situs Indonesia Investments, dijelaskan bahwa penguasa pasar mi instan masih dipegang oleh , yang menguasai 72 persen pangsa pasar mi instan di Indonesia. Menurut Analis Joni Wintarja dari NHK Securities, posisi sebagai mie instant terbesar masih susah untuk dilampaui oleh kompetitor, baik yang sudah lama maupun merek-merek baru. Sedangkan Wings Group yang punya produk Mie Sedaap ada di posisi kedua dengan pangsa pasar 14,9 persen.

Demi bersaing secara sehat dengan rivalnya, Wings food tak kehabisan akal untuk mengepakkan sayapnya dengan menambah lini produknya di segmen dan minuman. ”Untuk segmen food akan ada produk baru dari mi instan,” jelas Aristo Kristandyo, Group Head of Marketing Communications PT Sayap Mas Utama, dikutip dari Kontan.

Meski disebut sebagai produk sederhana, mi instan tetap melakukan adaptasi agar bisa diterima di seluruh dunia. Di Indonesia, yang masyarakatnya menggemari rasa pedas, produk mi instan punya saus cabai atau bubuk cabai ke dalam kemasan. Di Eropa, mayoritas orang menghindari rasa pedas. Karena itu, Indomie di sana tidak memiliki saus pedas atau bubuk cabai.

Semakin hari perkembangan mie instan semakin naik hingga tak sedikit merek dan varian rasa mi instan yang hadir di pasaran. Mulai yang paling klasik –kaldu ayam—baso sapi, kare, laksa, hingga yang modern seperti mi instan dengan tambahan gojuchang, dan lain-lain. Meski kerap dituduh sebagai makanan tak sehat, terbukti masih banyak konsumen yang mengkonsumsi mie instan.
Isu kesehatan terbukti tidak berdampak penjualan mi instan. Bahkan para penggemarnya kerap membela mati-matian terhadap tudingan miring tentang bahaya mengkonsumsi mie instan tersebut. Namun, ada faktor lain yang sangat berpengaruh pada penjualan mi instan yakni daya beli konsumen yang menurun karena pelemahan , intensitas bencana, ekspansi produk mi instan, dan faktor produksi beras.

Loading...