Dirilis Pekan Depan, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIV Fokus ke E-Commerce

Jakarta – Pemerintah berencana merilis paket kebijakan ekonomi jilid XIV pada awal pekan depan. Paket kebijakan ekonomi tersebut nantinya bakal lebih berorientasi pada ekonomi , termasuk sektor e-commerce.

Hal tersebut diutarakan Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, setelah dirinya bertemu dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo, di Istana Merdeka, Rabu (12/10) kemarin. “Presiden menyarankan (rilis paket kebijakan ekonomi) pada awal minggu depan. Kemungkinan hari Selasa atau Rabu,” jelas Darmin.

Ditambahkan Darmin, paket kebijakan ekonomi jilid XIV tersebut lebih pada sektor e-commerce. Meski demikian, ia masih enggan memberikan data yang spesifik tentang isi paket kebijakan tersebut. “Kalau dikatakan sekarang, nanti kurang seru. Nanti saja kalau sudah dekat-dekat (waktunya),” sambung mantan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah memang berulangkali menggelar rapat untuk merumuskan paket kebijakan ekonomi jilid XIV yang fokus pada ekonomi digital. Di samping itu, diakui Darmin, pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo juga membahas mengenai rancangan paket kebijakan ekonomi jilid XV.

Di sisi lain, pemerintah juga mengadakan evaluasi terhadap paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis sebelumnya dengan melibatkan sebanyak 300 responden yang mayoritas dari sektor pengolahan. Berdasarkan survei tersebut, secara umum menyatakan regulasi yang dikeluarkan pemerintah berdampak positif terhadap aspek penjualan, kepastian usaha, , investasi, dan daya saing.

Meski begitu, beberapa regulasi perlu mendapat perhatian agar berdampak positif pada beberapa aspek bisnis, salah satunya ketenagakerjaan. Sementara, pada aspek daya saing, regulasi yang perlu diperhatikan adalah penetapan gas bumi.

“Kami akan mempercepat perbaikan dalam paket kebijakan ini,” terang Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi. “Pembenahan implementasi paket kebijakan ekonomi ini sangat penting karena Indonesia akan menerima dana repatriasi maupun deklarasi dari program tax amnesty yang diharapkan mampu menggerakkan sektor riil.”

Loading...