Direncanakan Naik, Saat Ini Tarif Tiket Masuk Makam Bung Karno Masih Rp 2.000 Per Orang

Makam Bung Karno - (Sumber: indonesiakaya.com)Makam Bung Karno - (Sumber: indonesiakaya.com)

Apabila Anda sedang berkunjung ke Blitar, tempat pertama yang akan dikunjungi mungkin adalah Makam Bung Karno (MBK). Saat ini (tahun ), untuk masuk ke area tersebut, Anda dikenakan sebesar Rp 2.000 per orang. Tetapi, Pemkot Blitar berencana menaikkan tarif menjadi Rp 3.000 per orang.

“Kami rasa, tiket masuk ke MBK Rp 3.000 per orang itu masih sangat terjangkau,” ujar Heru Santoso, Kepala Bidang Pengelola Wisata Dinas dan Kebudayaan Kota Blitar.

Rencana kenaikan harga tiket masuk juga diikuti oleh rencana naiknya tarif retribusi parkir pengunjung. Kenaikan tarif retribusi parkir pengunjung dan tiket masuk wisata MBK tersebut menyesuaikan dengan aturan baru Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Kenaikan tarif retribusi parkir khusus pengunjung dan tiket masuk ke MBK baru dilakukan per 1 Januari 2018. Sekarang kami mulai sosialisasi baik ke maupun penggiat wisata di kawasan MBK,” kata Heru.

Rencananya, tarif parkir khusus untuk bus wisata yang sebelumnya Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000. Begitu juga tarif parkir mobil pengunjung yang sebelumnya Rp 5.000 naik menjadi Rp 10.000.

Menurut Heru, uang dari pemungutan retribusi akan digunakan kembali untuk pengelolaan wisata MBK. Salah satu tujuannya naiknya retribusi parkir dan tiket masuk wisata tersebut adalah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Selama ini, target pendapatan dari retribusi parkir dan tiket masuk di wisata MBK sekitar Rp 1,5 miliar.

Sebelum memasuki area Makam Bung Karno, Anda terlebih dahulu akan melewati Museum Bung Karno, yang memang menjadi satu kawasan dengan makamnya. Baru-baru ini, di tempat tersebut diadakan kegiatan jamasan dua benda pusaka yang berada di museum.

dari jamasan ini tiada lain untuk melestarikan, membanggakan tentang budaya. Jamasan ini juga bagian dari peristiwa budaya yang memang harus dilestarikan secara terus menerus,” kata kepala Museum Bung Karno, Suyatno

Ada dua benda pusaka yang dijamas. Benda itu konon pusaka milik mantan pertama Indonesia, Ir. Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, sehingga memang diletakkan di museum. Dua benda pusaka tersebut antara lain gong kiai djimat dan keris sekar jagat, yang berupa gong serta keris.

Kegiatan jamasan diawali dengan pembacaan doa oleh sesepuh di kelurahan setempat. Dua pusaka tersebut langsung dibawa naik ke panggung, tempat jamasan dua benda tersebut. Selanjutnya, dua benda pusaka itu diberi air kembang setaman.

Setelah diberi air kembang setaman, dua benda pusaka tersebut dicuci dan dibersihkan. Benda pusaka tersebut dikeringkan sebentar dan kembali dibawa masuk ke dalam museum. Proses jamasan juga berlangsung dengan lancar.

Loading...