Diprediksi Unggul, Rupiah Malah Melemah di Awal Pekan

rupiah melemah

Diprediksi mampu mempertahankan keunggulan, malah harus melorot pada pembukaan awal pekan (27/11) ini. Menurut laporan Index, Garuda membuka dengan melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.508. Sebelumnya, spot ditutup menguat 7 poin atau 0,05% di posisi Rp13.504 per pada akhir pekan (24/11) kemarin.

Menurut Research & Analyst Valbury Asia Futures, Lukman Leong, pergerakan rupiah di awal pekan ini banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Data Negeri Paman Sam yang tak sesuai prediksi diperkirakan masih membuat kinerja dolar lesu, sehingga mata uang dalam negeri bisa mengambil kesempatan untuk unggul.

“AS mengumumkan indeks belanja manajer sektor manufaktur yang turun dari 54,6 ke level 53,8 pada bulan Oktober. Indeks belanja manajer sektor jasa di periode yang sama juga terkikis menjadi 54,5,” katanya, seperti dikutip Kontan. “Usai FOMC meeting, hasilnya cukup hawkish dan greenback mengalami pelemahan karena keraguan pejabat The Fed terhadap AS.”

Sementara itu, analis PT Finnex Berjangka, Nanang Wahyudi, menuturkan bahwa selain terpengaruh sikap pejabat The Fed yang khawatir akan laju inflasi, dolar AS juga masih tertekan efek libur Thanksgiving. Kinerja mata uang euro juga merangkak naik menyusul data terbaru dari iklim bisnis di Jerman pada bulan Oktober 2017 yang tercatat tumbuh dari 116,8 ke posisi 117,5, yang bisa menekan laju dolar AS.

Sokongan tambahan bagi keunggulan rupiah juga berpeluang datang setelah data ekonomi AS yang akan dikeluarkan hari ini ternyata tidak ada yang signifikan. Tercatat, hanya ada pengumuman data penjualan rumah baru pada bulan Oktober 2017, selain penantian pelaku pasar akan pidato Gubernur Federal Reserve Bank of New York, Wiliiam Dudley.

Pada akhir pekan kemarin, mata uang NKRI mampu mengungguli dolar AS di level Rp13.504 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang di Asia justru melemah terhadap greenback, dengan penurunan paling tajam dialami renminbi yang anjlok 0,30%, disusul rupee India yang harus melorot 0,22% dan yen Jepang yang turun 0,21%.

Loading...