Diperuntukkan Bayi 0-6 Bulan, Harga Susu Lactogen 1 135 Mulai Rp 15 Ribuan

bayi Minum Susu - www.bellybelly.com.au

Setiap bayi yang baru lahir ke dunia ini membutuhkan asupan air (ASI) sebagai utama untuk mendukung tubuh dan otaknya, terutama dalam 6 bulan pertama kehidupannya. Akan tetapi pada praktiknya masih banyak bayi di luar sana yang terpaksa mengonsumsi susu formula pada usia tersebut karena disebabkan banyak hal. Setidaknya terdapat beberapa brand yang meluncurkan produk sufor untuk bayi usia 0-6 bulan, misalnya saja seperti Nestle lewat produk susu Lactogen 1-nya.

Susu Nestle Lactogen 1 terdiri dari beberapa pilihan kemasan, mulai dari yang paling kecil ukuran 135 gram, 180 gram, 350 gram, dan kemasan besar isi 750 gram. Lactogen 1 135 gram sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 23 ribuan per dus atau kotak. Kemudian untuk kemasan dus isi 180 gr harganya Rp 25.500, 350 g Rp 48.500, dan 750 gam Rp 100.700. Produk ini bisa didapatkan dengan mudah di berbagai pusat perbelanjaan maupun mini market seperti Indomaret dan Alfamart.

Meskipun sudah ada beberapa alternatif produk sufor untuk bayi umur 0-6 bulan, beberapa informasi mengatakan bahwa pemberian sufor yang berselang-seling dengan ASI kabarnya dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Benarkah?

Menurut dr. Yoga Devaera, SpA, dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, rupanya jika dalam kondisi yang memang terdesak dan tak ada pilihan lagi selain memberikan sufor dan ASI secara bergantian, maka hal ini katanya tak akan merusak sistem pencernaan atau usus sang hati. “Tetap pilihan pertama ASI 6 bulan eksklusif, kemudian seterusnya sampai setidaknya setahun. Harus bisa diusahakan ASI dulu, kalau tidak bisa lalu pakai sufor tidak apa-apa. Merusak usus sih tidak, tapi risikonya bisa kepada alergi,” ungkap dr. Yoga, seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut dr. Yoga menjelaskan bahwa risiko alergi tersebut diakibatkan karena adanya perbedaan antara sumber pada susu dan ASI. Seperti diketahui, dalam susu formula mengandung lebih banyak dari susu sapi. “Jadi kalau kondisinya terpaksa ya tidak apa-apa, tapi tetap diusahakan dulu pakai ASI. Sekarang untuk ibu bekerja yang sibuk kan di kantor bisa memerah ASI, pokoknya ASI harus tetap diprioritaskan,” katanya.

Loading...