Dinilai Mahal, Berapa Sih Harga Minyak Avtur per Liter?

Ilustrasi : Pengisian bahan bakar pesawat terbang - Liputan6.com

JAKARTA – Sejak awal tahun 2018, sudah mengeluhkan minyak avtur untuk bahan bakar terbang yang terus merangkak naik. Harga avtur dalam negeri yang dinilai lebih mahal 20 persen dibandingkan harga internasional, akhirnya membuat pemerintah terpaksa menaikkan tarif batas bawah agar maskapai penerbangan tidak kolaps.

Berdasarkan situs resmi , harga minyak avtur per liter bervariasi, tergantung letak bandara yang bersangkutan. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta misalnya, harga minyak avtur untuk Jet A-1 saat ini berkisar Rp9.170 per liter, sedangkan harga minyak avtur di Bandara Internasional Juanda sebesar Rp9.840 per liter. Di bandara luar Jawa, Bandara Kualanamu Medan misalnya, harga minyak avtur saat ini Rp10.190 per liter, sedangkan di Bandara Hasanuddin Makassar Rp10.510 per liter.

Nah, untuk melindungi maskapai penerbangan agar tidak mengalami kerugian, pemerintah beberapa waktu lalu memastikan menaikkan tarif batas bawah penerbangan kelas ekonomi rute domestik sebesar 5 persen atau menjadi 35 persen dari tarif batas atas yang telah ditentukan. Meski masih lebih rendah dari usulan INACA yang sebesar 10 persen, namun pemerintah mengklaim telah memiliki perhitungan sendiri.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari evaluasi Peraturan Menteri Perhubungan No. 14/2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan TBA dan TBB Penumpang Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dalam beleid tersebut, TBB ditetapkan sebesar 30 persen dari TBA. Tarif penumpang dihitung berdasarkan komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib, asuransi, dan biaya tambahan.

“Kami berharap di industri bahwa akan ada penyesuaian tarif batas bawah sesegera mungkin, yang tentunya akan memperbaiki kondisi industri secara keseluruhan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, dilansir Kompas. “Tarif pesawat sendiri terakhir kali dinaikkan pada awal 2016 lalu. Namun, kondisi bahan bakar saat ini tidak lagi sama dengan dua tahun lalu.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, menilai bahwa penyebab kenaikan harga bahan bakar pesawat avtur adalah karena luasnya wilayah Indonesia. Indonesia yang berbentuk negara kepulauan menjadikan udara menjadi hal paling wajar untuk digunakan menjangkau antarwilayah, dan karenanya pemakaian avtur akan menjadi lebih banyak.

Loading...