Dinilai Ilegal, Kepolisian Singapura Larang Aksi Dukung Ahok

Kepolisian Singapura Larang Aksi Dukung Ahok

Kepolisian Singapura tampaknya tidak mau aksi mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilakukan di wilayah kesatuannya. Lewat akun resmi Facebook miliknya, pihak kepolisian Singapura mewanti-wanti para pendukung Ahok untuk tidak melakukan aksi apa pun di negara kota tersebut dan menganggap aksi tersebut sebagai sesuatu yang .

“Pihak kepolisian menyadari rencana untuk mengadakan acara guna mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di aksi Speaker’s Corner dan lokasi lain di Singapura,” tulis Singapore Police Force. “Pihak kepolisian ingin mengingatkan bahwa mengorganisasi atau berpartisipasi dalam forum publik tanpa izin pihak berwenang adalah sesuatu yang ilegal di Singapura.”

Menurut Singapore Police Force, di aksi Speaker’s Corner, hanya negara Singapura dan tetap yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam aksi, sesuai dengan persyaratan dalam peraturan Speaker’s Corner. “Penyelenggara acara semacam itu memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan yang tepat guna memastikan bahwa hukum dipatuhi,” sambung mereka.

“Karena itu, orang asing yang berkunjung atau tinggal di Singapura harus mematuhi undang-undang negara kami dan mereka seharusnya tidak mengimpor negara mereka sendiri ke Singapura,” tambah pihak kepolisian. “Mereka yang melanggar hukum akan ditindak secara tegas, dan mungkin termasuk penghentian visa atau izin kerja yang masih berlaku.”

Sebelumnya, para warga negara yang tinggal di Singapura berencana menggelar aksi untuk mendukung Ahok di negara tersebut. yang meliputi doa bersama ini merupakan spontanitas. Aksi serupa juga sempat digelar di sejumlah kota di dunia, seperti di Perth, Sidney, Los Angeles, Leicester, Dubai, hingga Vancouver.

Loading...