Dinilai Banyak Peminat, Manakah Universitas Negeri Termahal di Indonesia?

universitas, negeri, termahal, di, indonesia, peringkat, ui, ugm, itb, kemenristekdikti, mutu, pendidikan, kampus, perguruan, tinggi, seleksi, nasional, kurikulum, organisasi, riset, fakultas, kedokteran, umum, jalur, sbmptn, snmptn, mandiriIlustrasi: mahasiswa wisudawan perguruan tinggi

Di Indonesia, ada beberapa universitas negeri yang diminati oleh calon . Sebut saja Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Insitut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan beberapa universitas negeri lainnya.

Untuk masuk ke universitas negeri, calon mahasiswa bisa memilih beberapa jalur, misalnya lewat Seleksi Bersama Masuk Negeri (SBMPTN), Seleksi Nasional Masuk Negeri (SNMPTN), dan juga melalui Jalur Mandiri. Ketiganya ditentukan berdasarkan jadwal yang tercantum pada situs resmi masing-masing negeri.

Setelah dinyatakan lulus seleksi, akan menghadapi proses selanjutnya yaitu membayar kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besarannya berbeda-beda setiap kampus. Tetapi, ada beberapa kampus yang memberlakukan UKT berdasarkan kelompok, dimulai dari kelompok 1 yang biasanya UKT-nya sebesar Rp 500 ribu per . Siapa saja yang masuk dalam kelompok ditentukan berdasarkan besarnya nominal penghasilan orang tua mahasiswa.

Jika ditanya, universitas negeri mana di Indonesia yang bisa disebut memiliki biaya kuliah termahal, jawabannya bisa ada beberapa versi. Ada yang menjawab Universitas Indonesia (UI), ada pula yang berpendapat Universitas Gajah Mada (UGM), dan jawaban lainnya.

Tetapi, jika ditanya mengenai mana yang uang kuliahnya termahal, mungkin jawabannya bisa saja sama. yang terkenal dengan UKT tertinggi adalah Kedokteran (FK), khususnya Jurusan Kedokteran Umum.

Walaupun banyak bermunculan universitas yang dinilai tidak kalah bagus kualitasnya dibanding negeri, tetapi peminat di universitas negeri masih tergolong tinggi. Kampus-kampus negeri yang ada di Indonesia diberi peringkat sebagai upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi. Menurut Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) setidaknya ada 10 universitas negeri yang masuk 10 besar.

Menurut Kemeristekdikti, mutu pendidikan dinilai dari empat komponen, yakni kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi yang valid bagi masyarakat, jangan percaya data kurang valid yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir.

Pengelompokan atau klasterisasi, menurut Nasir, hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridharma, salah satunya kesehatan organisasi.

Menurut Menristekdikti, dengan dilakukannya klasterisasi, maka Kemenristekdikti dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Klasterisasi ini juga dapat digunakan setiap perguruan tinggi sebagai refleksi dan motivasi bagi peningkatan kualitas perguruan tingginya, baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia, , manajemen organisasi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan aspek lainnya,” imbuh Nasir.

Loading...