Dinamika Politik Dalam Negeri Gerus Rupiah di Akhir Pekan

www.bloomberg.com

Dolar AS yang kembali ke tren penguatan serta dinamika dalam negeri yang dipenuhi kekhawatiran membuat bergerak melempem sepanjang perdagangan akhir pekan (27/1) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, Garuda harus berakhir di zona merah usai turun 28 poin atau 0,21% ke level Rp13.360 per dolar AS.

Rupiah sudah mengalami tren pelemahan sejak awal dagang dengan dibuka turun 42 poin atau 0,32% ke posisi Rp13.374 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.363 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.36 WIB, spot belum bisa keluar dari zona merah setelah anjlok 27 poin atau 0,20% ke Rp13.359 per dolar AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengemukakan bahwa rupiah memang berpeluang mengalami koreksi pada hari ini seiring dengan akan dilangsungkannya debat kedua calon DKI Jakarta malam nanti. “Dinamika politik yang disertai kekhawatiran isu keamanan menjadi salah satu pengurang daya tarik aset rupiah,” ujar Rangga.

“Adapun dari faktor eksternal, setelah resmi dari Trans-Pacific Partnership dan berencana membangun tembok di perbatasan Meksiko-AS, Donald Trump juga melarang kunjungan warga dari tujuh Muslim ke tersebut,” sambung Rangga. “Dolar AS secara umum merespons tersebut meski akhirnya naik tipis usai service PMI AS diumumkan naik.”

Sementara itu, mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.359 per dolar AS, terdepresiasi 34 poin atau 0,25% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.325 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia juga kompak berkutat di zona merah usai indeks dolar AS kembali naik 0,27% ke level 100,65 sekaligus dari level terendah dalam tujuh pekan.

“Meski demikian, dolar AS masih terpengaruh ketidakpastian walau mengharapkan The Fed melakukan pengetatan pada semester kedua tahun ini,” papar ahli strategi mata uang Mizuho, Sireen Harajli. “Pertanyaan besar sekarang adalah apakah semua harapan kebijakan AS akan dipenuhi oleh tindakan yang sebenarnya.”

Loading...