Diminati Banyak Sopir, Berapa Biaya Vulkanisir Ban?

Proses Vulkanisir BanProses Vulkanisir Ban - www.modifikasi.com

JAKARTA – Untuk menghemat biaya operasional, banyak pengendara besar, seperti truk dan , yang menggunakan ban vulkanisir. Ini adalah ban bekas yang dilapisi sedemikian rupa sehingga hampir menyerupai ban baru. Meski dinilai tidak mampu menandingi kenyamanan ban baru buatan pabrikan, namun banyak yang memakai ban ini karena punya ongkos pembuatan yang .

Tidak sulit menemukan atau service vulkanisir ban. yang dipatok pun bervariasi, tergantung ban yang bersangkutan. Untuk 550-12 misalnya, ongkos vulkanisir berkisar Rp170 ribuan per ban, sedangkan biaya vulkanisir ban 550-13, 600-13, atau 640-13 berkisar Rp190 ribuan. Sementara, untuk ban berukuran 750 dan di atasnya, biaya vulkanisir mulai Rp210 ribu hingga Rp700 ribuan.

Meski punya harga yang relatif murah, namun penggunaan ban vulkanisir juga memiliki kelemahan. Dengan ban ini, kenyamanan berkendara akan berkurang. Sebab, meski memakai tempelan baru, tetapi usia ban tetap mengacu pada usia ban pertama yang bahannya mulai tidak elastis. Bahkan, dalam kecepatan tinggi, menggunakan ban vulkanisir sangat berisiko karena kekuatan tempelan yang tidak begitu kuat.

“Ban vulkanisir itu kan tambal telapak ban antara dua jenis kompon yang tidak sama dengan menggunakan perekat khusus,” ujar Technical Support PT Multistrada Arah Sarana, Panji Ardiansyah, dilansir Kompas. “Ketika digunakan, ban akan menghasilkan panas pada benang-benang di dalam ban, sehingga memungkinkan terjadinya separasi atau lepas tambalan vulkanisir tersebut.”

Untuk meminimalkan risiko pemakaian ban vulkanisir, mengingat ban ini sangat diminati, Kementerian Perindustrian pun menyusun aturan mengenai standar ban vulkanisir dalam bentuk good manufacturing practice (GMP). Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Indonesia (Apvubindo) menilai keberadaan GMP penting untuk menjamin keberlangsungan ban vulkanisir, sekaligus menjadi jawaban atas tudingan produk tersebut tidak aman digunakan.

“Dengan diterbitkannya GMP itu, tidak akan ada lagi aturan pelarangan penggunaan ban vulkanisir,” ujar Sekjen Apvubindo, Ahmad Gunawan. “Pada 2015, Kementerian Perhubungan mengeluarkan SK, ban vulkanisir tidak boleh dipakai. Namun, pada 2017, SK tersebut akhirnya dihapus. Nantinya, ban vulkanisir akan mendapatkan stempel GMP setelah diuji melalui endurance test.”

Loading...