Dilengkapi Fitur Dual Display Digital, Harga Timbangan Henherr 150 Kg Mulai Rp 1,6 Jutaan

Timbangan Henherr 150 Kg - timbangantermurah.comTimbangan Henherr 150 Kg - timbangantermurah.com

Dalam dan , timbangan duduk atau yang biasa disebut bench scale adalah salah satu yang cukup penting. Timbangan duduk biasanya banyak digunakan oleh ekspedisi, laundry, hingga perdagangan grosir atau dalam jumlah besar. Jenis, , dan timbangan duduk yang beredar di pasaran pun ada bermacam-macam, mulai dari timbangan analog hingga digital.

Salah satu merek timbangan duduk yang sudah cukup terkenal dan banyak digunakan di Indonesia adalah merk Henherr. Timbangan Henherr terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari paling ringan hingga yang kapasitas timbangnya mencapai bobot atau berat 150 kilogram. Timbangan Henherr Bench Scale Double Display 150 kg memiliki kapasitas 150 kg dengan tingkat ketelitian 10 gram. timbangan Henherr 150 kg di pasaran berkisar mulai dari Rp 1.675.000 hingga Rp 1,8 jutaan.

Merek Henherr sendiri disebut-sebut cukup terkenal karena selama ini hanya fokus memproduksi timbangan. Adapun untuk tipe timbangan Henherr Bench Scale Double Display 150 kg memiliki double display, yakni dilengkapi layar di bagian depan dan belakang untuk memudahkan pengukuran, platform terbuat dari besi berukuran 40 x 50 cm, memiliki garansi servis hingga 1 tahun, menggunakan tenaga dari baterai aki kering yang dapat di-charge atau diisi ulang, serta diklaim telah lolos uji tera dari Badan Metrologi.

Uji tera sendiri menjadi aspek yang cukup penting dilakukan dalam dunia perdagangan untuk meminimalisir adanya pelaku usaha yang mencurangi konsumen melalui metrologi atau penggunaan alat ukur timbang dalam aktivitas jual-beli di seluruh Indonesia. Pelaku usaha yang diduga melakukan kecurangan dalam penggunaan alat ukur seperti timbangan biasanya melakukan praktik menambah atau mengurangi berat pembanding.

Kementerian Perdagangan sendiri memberi sanksi tegas pada pelaku usaha yang curang, misalnya memberi sanksi administratif mulai dari peringatan, pembekuan, pencabutan izin, hingga hukuman pidana. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi menjelaskan jika pihaknya rutin melakukan pengawasan pada alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang beredar di masyarakat. “Kami rutin mengadakan tera ulang, demi memastikan alat ukur sesuai, agar tidak ada masyarakat yang dirugikan,” tegasnya, seperti dilansir Antara.

Loading...