Diklaim Tanpa Rasa Sakit, Berapa Biaya Persalinan dengan Metode Water Birth?

Persalinan dengan Metode Water Birth - majalahkartini.co.idPersalinan dengan Metode Water Birth - majalahkartini.co.id

Selama ini para mungkin hanya mengenal dua , yakni secara normal dan dengan metode caesar. Baik metode cesar dan normal pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun masih banyak wanita yang ketakutan menghadapi rasa sakitnya melahirkan. Oleh sebab itu sejak beberapa tahun lalu berkembang sebuah metode yang dinamakan water birth alias melahirkan dalam air. water birth biasanya bervariasi, tergantung di mana persalinan dilakukan.

Water birth sendiri termasuk dalam teknik gentle birth yang mengedepankan persalinan alami dalam suasana yang tenang dan rileks. Metode ini mengandalkan kekuatan fisik dan emosional sang ibu. Lantaran cenderung privat, biasanya water birth dilakukan di atau bersalin dengan bantuan dokter atau bidan yang berpengalaman.

Dalam metode water birth, sang ibu biasanya diposisikan duduk, jongkok, atau berada dalam posisi yang senyaman mungkin saat mengejan dalam air. Metode ini diyakini bisa mengurangi rasa karena menggunakan air hangat yang dinilai dapat meringankan di perut atau punggung. “Dari riset, jurnal, dan rujukan lain yang saya baca, water birth dan home birth adalah yang paling nyaman karena membuat ibu dan bayi minim trauma,” kata Yesie Aprillia, bidan dan praktisi serta pelatih hypnobirthing dan gentle birth, seperti dilansir WebMD.

Di Indonesia kabarnya ada beberapa rumah sakit yang menyediakan layanan melahirkan dengan teknik water birth, misalnya saja di Galenia MCC Bandung yang mematok biaya sekitar Rp 7 jutaan menurut informasi tahun 2017, lalu di Klinik Bumi Sehat Bali sekitar Rp 8-11 jutaan, Klinik Sam Marie Jakarta mulai Rp 14 jutaan, hingga di RSIA Bunda Jakarta yang tarifnya kisaran Rp 8-14 jutaan.

Meski beberapa ibu merasakan efek yang positif menggunakan teknik water birth, pada dasarnya metode water birth cukup berisiko dan kurang direkomendasikan, terutama untuk kondisi tertentu. Terlebih karena beberapa tahun lalu pernah ada kasus persalinan water birth yang berujung pada kematian sang bayi.

Menurut Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, dokter ahli kandungan dan kebidanan, metode waterbirth tak pernah menjadi kurikulum resmi sekolah kedokteran, melainkan hanya metode alternatif untuk melahirkan. “Kurang direkomendasikan karena risikonya masih cukup tinggi,” tegasnya.

Loading...