Diklaim Tahan Air, Pallet Plastik Krisbow Dibanderol Mulai Harga Rp 800 Ribuan

Pallet Plastik - www.olx.co.idPallet Plastik - www.olx.co.id

Krisbow tentu sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Merek perkakas pertukangan dan ini biasanya di Ace Hardware dan saat ini menjadi brand yang populer karena memiliki cukup baik dengan harga terjangkau. Sudah tak terhitung berapa banyak perkakas yang di bawah brand Krisbow, misalnya saja plastic pallet atau palet plastik.

Pallet plastik Krisbow tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan . Misalnya saja pallet plastic Krisbow 1.5T 1200 x 1000 x 150 PFOC8S tipe single deck dengan permukaan berongga dijual dengan harga Rp 805.035, sedangkan pallet plastik Krisbow 1.5T 1200 x 1000 x 150 FLOC8S dengan permukaan yang datar harganya terpaut sedikit lebih mahal, yakni Rp 942.480 per pcs.

Pallet plastik biasanya banyak dipakai untuk keperluan industri, pabrik, maupun bengkel. Saat ini palet plastik mulai dilirik karena menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan palet kayu biasa. “Palet ini tidak mudah rusak karena tidak menyerap air dan anti rayap, sehingga palet ini dapat diandalkan dan mempunyai usia pakai yang lama,” demikian klaim Krisbow.

Sejak berdiri tahun 1995 silam, bisnis Ace Hardware di Indonesia berhasil berkembang hingga saat ini berkat tangan dingin dari Kuncoro Wibowo sebagai pemegang lisensi utama. Siapa yang menyangka jika Ace Hardware hanya bermula dari sebuah perkakas kecil ukuran 3 x 3 meter di daerah Glodok, Jakarta Pusat yang dimiliki ayah Kuncoro, yakni Wong Jin.

Sejak ayahnya wafat, Kuncoro pun giat untuk mengembangkan bisnis perkakas hingga melakukan ekspansi dan memiliki lisensi tunggal Ace Hardware, perkakas asal Amerika Serikat. Berkat kegigihannya dan kejeliannya melihat peluang, Kuncoro berhasil membangun Grup Kawan Lama yang berjualan berbagai perkakas.

Prinsip Kuncoro dalam berbisnis pun terus ia terapkan sampai sekarang. “Jangan sampai orang sudah dua tiga langkah di depan, kita masih mikir. Jangan banyak berfikir, Anda bisa menjalankan bisnis sambil berpikir. Jika kita terlalu banyak berpikir, kesempatan yang ada mungkin bukan milik Anda lagi tapi menjadi milik orang lain,” ujar Kuncoro, seperti dilansir Finansialku.

Loading...