Diklaim Membantu Proses Perawatan Kuku Rusak, Emtrix Dijual Seharga Rp 244 Ribuan di Apotik

Perawatan Kuku - (Sumber: spafinder.co.uk)Perawatan Kuku - (Sumber: spafinder.co.uk)

Istilah onikomikosis mungkin bagi beberapa orang masih asing. Nama lain istilah tersebut adalah jamur kuku. Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala bercak putih atau kuning di bawah kuku. Selanjutnya, kuku Anda dapat mulai menebal, bahkan lepas karena jamur menembus lebih dalam.

“Kadang-kadang di bawahnya itu seperti ada debris-debris,” ujar Spesialis Kulit dan Kelamin dari RSAD Udayana Denpasar, Bali, dr. Laksmi Duarsa SpKK.

Infeksi jamur sering dialami oleh orang yang kerap melakukan kontak dengan air, sehingga membuat kuku menjadi lembap.

“Kalau kita harus kontak dengan air beberapa kali, boleh, tapi begitu kontak dengan air, kuku harus kita keringkan,” ujar dr. Laksmi.

Untuk mengobatinya, Anda dapat menggunakan jamur kuku yang beredar di pasaran. Masyarakat bisa membelinya di apotik, salah satunya K24. Di sini tersedia bernama Emtrix. Dengan komposisi yang diklaim membantu proses kuku yang rusak dan warnanya menjadi gelap, obat di tahun ini kisarannya Rp 244.909 per pcs.

Emtrix merupakan obat dengan cairan topical nonsteril bening, tidak berwarna dan dikemas dalam tube plastik berujung silicon untuk mempermudah penggunaannya. Obat ini diklaim tidak memiliki bahan pengawet maupun pewangi.

Dosis pemakaian untuk obat tersebut adalah 1 kali sehari, dan sebaiknya digunakan pada malam hari sebelum tidur. Emtrix sebaiknya jangan disimpan atau diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari.

Beberapa orang yang telah menggunakan Emtrix mengatakan bahwa mereka menyadari adanya perubahan setelah pemakaian rutin, seperti permukaan kuku menjadi lebih halus dan tampak sehat.

Apabila Anda memeriksakan diri ke dokter kulit, bisa saja mendapatkan resep obat jamur kuku selain Emtrix, misalnya Lamisil atau Sporanox. Keduanya diduga memiliki efek samping mulai ruam kulit hingga kerusakan hati.

“Hal itu tentu tidak menyenangkan. Itu sebabnya mengapa begitu banyak orang mencari pengobatan alternatif dengan efek samping yang lebih minimal,” kata Joe Graedon, M.S., seorang farmakolog di UNC Eshelman School of Pharmacy at Chapel Hill dan penulis buku The People’s Pharmacy.

Untuk pengobatan jamur kuku, pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan krim atau obat yang menyerupai kuteks, ataupun dengan obat minum. Namun, mengingat proses penyembuhan jamur kuku memerlukan waktu cukup lama, pemberian obat harus disertai dengan fungsi hati dan ginjal pasien.

“Kalau anak-anak, kita kasih krim sama (obat seperti) kuteksnya saja,” kata dr. Laksmi dari RSUD Udayana, Denpasar, Bali.

Opsi operasi juga dapat dilakukan, tetapi hanya mengambil lapisan atas kuku. Jadi, kemungkinan lapisan bawahnya masih terkena infeksi jamur. Itulah sebabnya, kuku yang tumbuh pascaoperasi sering tidak halus permukaannya.

“Tidak selalu begitu, tetapi seringkali terjadi, habis dioperasi kuku yang tumbuh semakin mengkerut,” tambah dr.Laksmi.

Spesialis Kulit dan Kelamin dari Bamed Skin Care Jakarta, dr.Aninda U Hasanah SpKK mengatakan bahwa pengobatan infeksi jamur memang butuh waktu panjang, terutama jika di kuku jari kaki. Hasil pengobatannya baru terlihat selama tiga hingga enam bulan.

Untuk mengetahui jenis jamur yang menginfeksi, perlu dilakukan terlebih dahulu terhadap potongan kuku pasien di laboratorium.

“Karena kadang-kadang, satu obat belum tentu bisa mengatasi semua jenis jamur kuku,” kata dr. Aninda.

Kini, mulai dikenal terapi pengobatan jamur kuku dengan laser. Beberapa penelitian menyebutkan, panas dari laser dapat membunuh elemen jamur dalam jaringan kuku yang terinfeksi. Meski belum banyak studi berskala besar yang meneliti soal itu, Aninda mengatakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan hasil pengobatan yang cukup baik jika terapi pengobatan kuku dikombinasikan dengan laser.

Loading...