Diklaim Membantu Pertumbuhan Anak, Berapa Harga Susu Lactogen Kemasan Kaleng?

Susu Kemasan Kaleng - nakita.grid.id

Meski nutrisinya belum bisa menyamai air ibu (ASI), kehadiran formula bagi sebagian orang dianggap cukup membantu karena bisa digunakan sebagai pendamping ASI apabila jumlah ASI yang diproduksi oleh sang ibu ternyata kurang atau apabila ternyata mengalami alergi. Saat ini ada beragam merek susu formula yang diklaim berkualitas dan memiliki kandungan yang lengkap, misalnya seperti Lactogen.

Lactogen memiliki beberapa susu formula, antara lain Lactogen 1 Gold, Lactogen 2 Gold, Lactogen 3 Gold, Lactogen 4 Gold, hingga Lactogen Premature. Untuk Lactogen Gold 1-4 biasanya tersedia dalam kemasan dus atau box isi 350 gram dan 750 gr, sedangkan susu Lactogen kemasan biasanya tersedia untuk Lactogen Premature (dahulu memakai nama Pre NAN).

Sementara itu, seri Lactogen Gold kemasan kaleng cukup jarang ditemui kemasan kalengnya, kalaupun ada biasanya hanya varian Lactogen 1, 2, dan 3 isi 1,8 kg. susu Lactogen Premature kaleng isi 400 gram dijual mulai Rp 80 ribuan, sedangkan Lactogen 1-3 kaleng isi 1,8 kg harganya sekitar Rp 260 ribuan. Lactogen 1 diperuntukkan bagi usia 0-6 bulan, Lactogen 2 umur 6-12 bulan, Lactogen 3 usia 1-3 tahun, Lactogen 4 usia 3-5 tahun, serta khusus Lactogen Premature merupakan susu untuk keperluan medis khusus lahir prematur dan berat badan lahir rendah.

susu formula besutan Nestle ini diklaim mengandung probiotik, LA & ALA, serta zat besi yang memiliki manfaat untuk membantu proses tumbuh kembang anak. Susu Lactogen bisa dibeli dengan mudah di berbagai pusat perbelanjaan seperti Indomaret, Alfamart, hingga swalayan. Lalu bagaimana cara penyajian susu formula yang tepat?

Dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM mengungkapkan bahwa susu formula yang telah dicampur dengan air sebaiknya segera diberikan pada anak. “Jika lebih dari enam jam sebaiknya susu dibuang. Karena susu yang telah dicampur air berada lama di udara luar (suhu kamar) dapat menjadi basi, lalu tumbuh jamur dan ada kemungkinan terkontaminasi kuman dari udara luar. Hal ini dapat membuat bayi terkena diare atau gangguan pencernaan lainnya,” ujar dr. Mulya, seperti dilansir Okezone.

Loading...