Diklaim Mampu Jaga Stamina Pria, Harga Kobellon di Apotik K24 Dibanderol Rp 200 Ribuan

Ilustrasi : Seorang pria yang terlihat kuat

Beberapa yang mengalami disfungsi ereksi biasanya memutuskan untuk mengonsumsi jamu atau agar bisa mengembalikan staminanya ketika berhubungan suami-istri. Namun sebelum memutuskan untuk meminum obat , para pria wajib untuk lebih cermat dalam mencari tahu mengenai reaksi atau kemungkinan bahaya dari obat-obatan tertentu. Pada dasarnya ada banyak obat yang dikemas sebagai produk jamu bernuansa lebih modern, salah satunya seperti Kobellon.

Kobellon adalah produk yang diklaim dapat membantu memelihara stamina pria. satu ini disebut-sebut mengandung komposisi Panax ginseng radix ekstrak 100 mg, Tribulus trenestis fructus ekstrak 100 mg, Epimedii sagitalli herba ekstrak 100 mg, dan Pearl of pinctada margaritifara 100 mg. Kobellon di Apotik K24 dibanderol Rp 208.010 per pcs (kapsul 20S), namun Kobellon di lain kemungkinan bisa berbeda-beda. Dosis minumnya 2 kali sehari 1 kapsul sesudah makan atau sekitar 1 jam sebelum berhubungan seksual.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri sebelumnya telah memperingatkan masyarakat bahwa banyak obat disfungsi ereksi atau obat kuat yang paling banyak dipalsu dengan mencampurkannya ke dalam obat tradisional. Secara legal, rupanya hanya ada 3 obat disfungsi ereksi yang boleh beredar, yakni yang memiliki nama generik sildenafil, tadalafil, dan vardenafil.

FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS setidaknya telah menyetujui peredaran 3 obat oral untuk pengobatan disfungsi ereksi, antara lain sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis). Ketiganya berfungsi memblokir enzim phosphodiesterase tipe 5 (PDE-5) dan termasuk ke dalam kelas phosphodiesterase (PDE) inhibitor.

Keuntungan utama dari ketiga jenis obat tersebut kabarnya dapat meningkatkan aliran darah di penis dalam menanggapi rangsangan seksual. Namun ketiga obat tersebut tidak menyebabkan ereksi di waktu yang tidak tepat, sebab hanya akan bereaksi apabila ada rangsangan seksual. “Ketiga obat itu hanya bisa menimbulkan ereksi jika ada rangsangan seksual. Kalau tidak ada, ya tidak bisa berdiri. Perbedaan ketiga itu hanya pada reaksi dan durasi,” ujar Andri Wanananda, dokter dan pengamat kesehatan seksual, seperti dilansir CNN Indonesia.

Loading...