Diklaim Hasilkan Suara Berkualitas, Harga DLMS Behringer Mulai Rp3 Jutaan

digital, loudspeaker, management, system, DLMS, Behringer, DBX, merek, merk, di, pasaran, audio, teknisi, tipe, model, seri, populer, crossover, equalizer, speaker, sound system, frekuensi, fungsi, tombol, setup, menu, display, drive rack, Behringer Ultradrive Pro DCX2496, hargaSalah satu produk DLMS Behringer Ultradrive DCX 2496 (youtube: HarlekinFFM)

Bagi Anda yang berprofesi sebagai teknisi atau pemilik sound system tentu sudah tidak asing dengan sebuah bernama DLMS atau Digital Loudspeaker Management System. DLMS biasa disebut Drive Rack atau Management. Di pasaran, ada berbagai merek DLMS. Beberapa yang adalah DBX dan Behringer.

LMS adalah sebuah cara di mana kita memanage loudspeaker kita untuk memperoleh hasil suara yang berkualitas. Termasuk di dalamnya adalah penempatan loudspeaker, speaker , x-over, equalisasi speaker. Sedangkan DLMS adalah sebuah alat yang memudahkan kita dalam memanage loudspeaker tersebut.

Di dalam LMS ada crossover, limiter, delay, eq, dan lain-lain (tergantung merek). Kegunaannya adalah membuat suara bisa terdengar dengan baik di suatu space. Intinya adalah suara dari beberapa (banyak) speaker tertangkap oleh kuping kita secara bersamaan. Karena fungsinya bukan cuma delay saja, pastinya suara yang dikeluarkan oleh speaker lebih maksimal.

kerja pada Digital LMS, saat Anda mengaktifkannya maka semua konfigurasi pada mesinnya akan bekerja secara otomatis yang telah disesuaikan dengan set default pabrik. Maka dalam hal ini, fungsi EQ, crossover, dan limiter serta compressor sudah aktif semua sesuai set yang telah diatur pabrik. Tapi dalam hal ini, Anda bisa mengubah pengaturan lewat menu yang tersedia dengan menekan beberapa tombol yang ada di bagian panelnya tergantung fungsi mana yang akan Anda atur.

“Memang agak rumit dalam mengatur setup LMS ini, namun apabila kita sering berhadapan dengan alat ini dan mengenal fungsi tiap tombolnya maka akan membuat kita lebih mudah dalam menemukan cara pengaturannya,” ucap salah seorang teknisi sound system.

Karena DLMS berperan sebagai crossover, maka pada display menu LMS terdapat sistem koneksi yang akan menuju ke distribusi power dan speaker dengan bertuliskan jalur band frekuensi output LMH (Low, mid, high). Fungsi crossover dalam compact management loudspeaker bisa diatur alur distribusi outputnya sesuai keinginan, apakah dalam jalur 3 way atau 2 way.

Bila user memakai susunan jalur 3 way, maka semua koneksi jack pada panel output akan menuju ke masing-masing power yang akan difungsikan. Tapi jika user hanya memakai sistem distribusi 2 way, maka jalur output LMS yang dipakai adalah jack output low dan high saja yang diaktifkan. User hanya tinggal mengatur menu bandwidth XOver untuk mengatur lebar range yang akan masuk ke masing-masing power atau speaker yang dituju.

Seperti yang dijelaskan di atas, di pasaran ada banyak merek DLMS yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Salah satu merk yang cukup populer adalah Behringer. digital loudspeaker management system Behringer cukup beragam, sesuai tipe. Namun, biasanya berkisar mulai Rp3 jutaan sampai Rp7 jutaan. Behringer Ultradrive Pro DCX2496 misalnya, seharga Rp5.245.000.

Loading...