Diklaim Dapat Lancarkan BAB, Harga Vegeta Herbal per Sachet Cuma Rp 2 Ribuan

Minum Vegeta Herbal - kupang.tribunnews.comMinum Vegeta Herbal - kupang.tribunnews.com

pencernaan yang terganggu seperti susah buang air besar (BAB) memang terkadang begitu menyiksa karena perut akan terasa penuh dan kurang nyaman. Beruntung kini sudah ada beberapa atau pencahar yang diklaim dapat melancarkan BAB, salah satunya seperti Vegeta yang merupakan besutan Enesis Group. Vegeta terdiri dari beberapa , yakni Vegeta biasa (kemasan oranye) dan Vegeta Herbal (kemasan ungu) yang dengan harga relatif terjangkau.

Vegeta Herbal adalah suplemen yang terdiri dari kombinasi serat, laksatif alami, dan anti kembung yang diklaim berasal dari tumbuh-tumbuhan alami serta berfungsi untuk melancarkan buang air besar yang sudah macet. Selain itu, Vegeta Herbal juga diklaim bermanfaat untuk membantu membersihkan tubuh dari zat beracun serta membuat aktivitas menjadi nyaman karena BAB lancar. Harga Vegeta Herbal per 1 sachet dijual antara Rp 1.930 hingga Rp 2.939, sedangkan harga per box (5 x @6,5 gram) dibanderol Rp 19 ribuan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Selain dijual di minimarket, Vegeta Herbal juga banyak dijual di toko-toko kelontong maupun apotik dengan harga variatif.

Pihak Enesis mengklaim bahwa konsumsi Vegeta Herbal setiap hari aman untuk pencernaan. “Tetapi jika mengonsumsi lebih dari 7 hari sebaiknya konsultasikan ke karena penggunaan terus-menerus dapat menyebabkan rangsangan terus-menerus pada dinding usus besar untuk melakukan gerak peristaltik yang pada akhirnya akan menyebabkan diare yang parah dan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Pada penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan hilangnya kemampuan otot-otot dinding usus besar untuk melakukan gerakan peristaltik,” demikian bunyi pernyataan Enesis.

Tak jauh berbeda, dr. Astrid Karina D., dokter umum dari Klinik Nirmala, Lebak Bulus, Jakarta Selatan menjelaskan bahwa obat pencahar hanya pertolongan pertama pada masalah konstipasi atau sembelit. “Obat pencahar hanya pertolongan pertama,” jelas dr. Astrid, seperti dilansir Kompas.

Chudahman Manan, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) menambahkan, konstipasi sebaiknya tak langsung mengonsumsi obat pencahar saat mengalami masalah pencernaan. “Harus dilihat dulu akar masalahnya,” katanya.

Chudahman menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan risiko atau bahaya memilih obat pencahar sembarangan. Sebaiknya pilihlah obat pencahar yang lolos uji klinis dan yang sistem kerjanya merangsang pergerakan otot peristaltik usus menjadi lebih baik. Obat semacam itu akan menimbulkan keinginan buang air besar hanya saat volume sisa sudah cukup untuk dikeluarkan.

Loading...