Dikhususkan Penggunaan Berat, Harga Staples Kardus Bisa Dijual Lebih dari Rp 1 Jutaan

Staples Kardus - www.stapleskarton.comStaples Kardus - www.stapleskarton.com

Dalam perdagangan, kemasan atau pembungkus suatu adalah hal yang penting. Pasalnya kemasan bisa mewakili rasa, kualitas, atau wujud dari yang . biasanya juga lebih menyukai produk dengan kemasan yang rapi dan representatif dibandingkan produk dengan kemasan yang biasa-biasa saja. Selain kemasan plastik, beberapa pelaku juga kerap mengemas barangnya dengan kardus. Jika kemasan plastik cukup menggunakan sealer, maka kemasan karton box biasanya membutuhkan staples atau heavy duty staple gun untuk menutup atau merapatkannya.

staples kardus ini tentunya lebih mahal dibandingkan staples kertas biasa. Merek yang ditawarkan pun ada bermacam-macam. Sebagai contoh untuk staples kardus paling murah merek Homaster dibanderol sekitar Rp 82.500 saja. Ada pula staples kardus manual merek Yuso seharga Rp 1 jutaan, Apach MCS-19C Rp 1,44 jutaan, hingga merek Sata seharga Rp 1,65 juta. Sementara itu isi staples kardus atau karton pun relatif lebih mahal dari isi staples kertas, yakni Rp 52 ribuan isi 2.000 pcs.

Staples kardus sendiri termasuk alat yang sangat dibutuhkan dalam produksi kardus. Untuk produksi kardus dalam skala besar biasanya menggunakan mesin khusus untuk menjahit kardus atau yang kerap dinamakan mesin stitching kardus. Selain staples, produksi kardus juga membutuhkan mesin slitter/slotter (untuk memotong dan mencoak), mesin untuk mengelem, hingga mesin untuk menjalankan rel.

Terutama sejak meningkatnya arus perdagangan online selama beberapa tahun belakangan ini ternyata turut berimbas pada permintaan kardus. Sebab banyak pedagang online yang menggunakan kardus sebagai standar pengiriman barang. Menurut Nawa Aksara, pemilik salah satu pabrik kardus mengatakan jika permintaan kardus juga berasal dari para pedagang yang melakukan pengemasan ulang produk yang diimpor dari China.

Setiap harinya Nawa mampu memproduksi sekitar 5.000-8.000 potong kardus. Margin keuntungan yang dapat dikumpulkan dari bisnis ini sekitar 15-30%. “Keuntungan makin besar jika ukuran kardus makin besar,” ungkap Nawa, seperti dilansir Kontan.

Meski keuntungannya cukup menjanjikan, yang dibutuhkan untuk mengawali bisnis produksi kardus ternyata cukup besar karena membutuhkan lokasi pabrik yang luas untuk mesin-mesin berukuran besar. Belum lagi gudang untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi. Beberapa tahun lalu Nawa mengatakan setidaknya butuh sekitar Rp 150 juta untuk mengawali bisnis produksi kardus.

Loading...