Dikenal Kuat & Tahan Air, Harga Multiplek 18 mm Bisa Dijual Hingga Rp 200 Ribuan

Multiplek - www.tokopedia.comMultiplek - www.tokopedia.com

Papan lapis seperti triplek maupun multiplek kini sudah umum digunakan untuk berbagai keperluan rumah, baik untuk hingga kitchen set. Perbedaan triplek dan multiplek sendiri ada pada lapisan kayunya. Jika triplek terdiri dari 3 lapis kayu, maka multiplek atau plywood lapisan penyusunnya terdiri dari 3 lembar kayu atau lebih. Harga multiplek pun bervariasi, tergantung ketebalannya, apakah 9 mm, 12 mm, 15 mm, atau 18 mm.

Adapun untuk multipleks ukuran 3 mm harganya Rp 44.850 per lembar, kemudian yang tebalnya 6 mm dipatok Rp 69.850 per lembar, 9 mm Rp 98.850 per lembar, 12 mm Rp 144.850 per lembar, 15 mm Rp 179.850 mm, dan yang tebalnya 18 mm dibanderol sekitar Rp 205.850 per lembar.

Multiplek disebut-sebut memiliki tingkat ketahanan yang bagus, tidak mudah pecah, melengkung, dan retak karena dibuat dari kayu solid dengan tekstur yang saling merentang dengan perekat khusus. Sejumlah kelebihan yang ditawarkan multiplex antara lain, kuat terhadap cuaca dan daya tekuk, lebih kokoh sebagai rangka utama furniture atau mebel, dan lebih tahan terhadap air. Bahkan kabarnya multiplek juga lebih kuat dibanding kayu olahan lain seperti HDF, MDF, blockboard, atau partikel board.

Meskipun kuat, ternyata multiplek memiliki beberapa kelemahan yang mungkin bagi sebagian orang terasa mengganggu. Misalnya saja beberapa multiplek yang kualitasnya kurang bagus kemungkinan mempunyai permukaan yang kurang mulus dan halus. Kemudian karena sifatnya keras, maka untuk menggabungkan beberapa plywood membutuhkan paku tembak atau paku besi biasa. Di samping itu kelemahan lainnya dari multiplek adalah sulit untuk langsung difinishing menggunakan cat dinding.

Karena kayu olahan kini juga termasuk menjadi kebutuhan pokok, triplek maupun multiplek ternyata mampu menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan meski properti mengalami penurunan. “Sekarang memang belum kelihatan hasilnya, paling tidak empat bulan mendatang baru terlihat,” kata salah satu pemilik usaha bernama Chandra.

Dari penjualan 600 lembar triplek setiap bulannya yang didapat dari pabrik atau pemasok, Chandra setidaknya mampu mengantongi laba bersih penjualan sekitar 5-10%. Metode pemasarannya pun sederhana, biasanya tenaga penjualan akan mendatangi perajin furnitur atau pengembang proyek properti untuk menawarkan triplek. “Ini cara yang paling sering dilakukan. Sisanya, mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut,” tuturnya.

Loading...