Dikenal Bermanfaat Bagi Kaum Wanita, Harga Minyak Bulus Putih Dijual Mulai Rp 7.900 Per Botol

Minyak Bulus Putih - (Sumber: planetkosmetik.com)Minyak Bulus Putih - (Sumber: planetkosmetik.com)

Demi memperbesar payudara atau membuatnya tampak kencang, terdapat berbagai cara, mulai dari yang alami hingga operasi. Tindakan operasi yang dapat Anda lakukan antara lain bedah plastik, implantasi payudara, atau memasukkan kantong silicon gel sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Cara alami yang mungkin dapat Anda pilih yaitu dengan menggunakan bulus putih. Produk ini sudah banyak di online, harganya mulai dari Rp 7.900 per botolnya. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan minyak bulus secara merata ke bagian payudara sambil dipijat.

Walaupun telah dikenal bermanfaat untuk memperbesar ataupun mengencangkan payudara, tetapi hingga kini belum ada literatur medis yang membahas mengenai cara kerja dan manfaat minyak bulus, begitu juga dengan samping jangka panjangnya.

Minyak bulus berasal dari . Adapun proses pembuatannya yaitu dengan menggunakan baku binatang bulus, dan dilakukan pemanasan selama 30 hari di bawah sinar matahari. Minyak ini dikenal kaya manfaat bagi kesehatan, baik untuk kaum wanita maupun pria.

Selain untuk mengencangkan dan memperbesar payudara pada wanita, minyak bulus juga biasa digunakan untuk menghilangkan jerawat di wajah dan bekasnya, menghilangkan flek hitam dan mencerahkan kulit.

Produk minyak dalam kemasan botol tersebut banyak ditemui di Kalimantan, misalnya di Banjarmasin. Selama puluhan tahun, kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean dikenal sebagai pusat penjualan minyak tersebut.

Selain minyak bulus, di sana juga tersedia minyak ular sawa dan minyak biawak. Harganya pun bisa dinegosiasi. “Terserah pembeli mau membelinya berapa karena memang kurang laku. Kalau minyak bulus laku keras, itu ada harga tetapnya,” kata Sahruddin, salah satu penjual minyak.

Sebotol kecil minyak bulus dihargainya Rp 10.000. Botol yang berukuran sedang Rp 20.000 dan yang berukuran besar Rp 50.000. Untuk pasokan binatangnya didapatnya dari penjualnya di daerah Kalimantan Tengah seperti Kapuas dan Palangkaraya. Binatang-binatang tersebut, dulu banyak ditemui di aliran Sungai Martapura di Banjarmasin, namun sekarang sudah punah. “Yang masih banyak ya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Binatang-binatang itu tiba di tempatnya sudah dalam keadaaan mati. Kemudian, ia mengulitinya untuk diambil lemaknya saja. Lemaknya itu lantas dijemur di bawah sinar matahari hingga minyak lemaknya keluar.

“Kalau minyak sawa, tanpa dicium pun sudah bisa dibedakan dari penampakannya yaitu dedaknya banyak karena lemaknya ular itu banyak sekali. Beda dengan minyak bulus dan minyak biawak, dedaknya sedikit,” ungkap Sahruddin kembali.

Berbeda dengan penjual minyak bulus lainnya, Fitriyani dan suaminya. Mereka mendatangkan binatang-binatang dalam keadaan hidup, kemudian disembelih, lantas dikuliti untuk diambil minyaknya.

“Nggak ngeri kok pegang-pegang ular sawa yang masih hidup, kemudian menyembelihnya. Sudah biasa, karena ini memang mata pencarian utama kami,” katanya.

Berdasarkan review salah satu konsumen minyak bulus mengatakan ia menggunakan minyak tersebut untuk mengobati gatal-gatal di kulitnya, dan ia mengatakan bahwa kulitnya tersebut akhirnya sembuh.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Anda sebaiknya jeli terhadap maraknya peredaran minyak bulus asli dan palsu. Minyak bulus palsu biasanya tidak memiliki khas bulus, dan apabila didiamkan selama berbulan-bulan, tidak akan ditemukan endapan putih.

 

Loading...