Dikenai PPN, Tarif Pengiriman KALOG Masih Relatif Mahal

Pengiriman KALOG - www.kalogistics.co.id

JAKARTA – PT (KALOG) merupakan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sesuai namanya, merupakan langkah perseroan untuk melakukan ekspansi distribusi dengan kemasan door to door service. Ekspansi angkutan barang ini semakin nyata dengan rencana PT KALOG menargetkan bisa mengoperasikan 14 kereta barang di tahun 2017 ini.

Saat ini, PT KALOG telah mengoperasikan 9 kereta api yang digunakan untuk angkutan barang. Paling baru, perseroan telah mengoperasikan kereta barang untuk melayani Sei Mangke-Pelabuhan Belawan pada 5 Desember 2016 lalu. Kereta ini dioperasikan karena PT KALOG menilai prospek Sei Mangke-Pelabuhan Belawan cerah karena merupakan khusus.

Sayangnya, meski PT KALOG gencar melakukan ekspansi, namun tantangan bisnis kereta api barang memang masih berat. Pasalnya, pengguna angkutan peti kemas kereta api dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) 10%, sedangkan angkutan barang lewat truk bebas pajak. Lebih mahalnya angkutan barang lewat kereta api membuat perusahaan belum bisa meraup untung ketika mengoperasikan kereta-kereta baru.

“Padahal, keuntungan angkutan barang menggunakan kereta api sangat banyak, seperti hemat bahan bakar dan mengurangi kerusakan jalan raya akibat truk-truk yang lewat,” jelas Direktur Operasi dan Pemasaran PT KALOG, Sugeng Prayitno. “Karena itu, kami berharap memberikan insentif agar pengguna angkutan barang beralih dari truk ke kereta.”

Untuk tarifnya sendiri, PT KALOG menetapkan besaran tarif sesuai dengan barang serta bobot barang yang dikirimkan. Untuk pengiriman sepeda motor moped dan skuter otomatis dari Jakarta ke wilayah Bekasi misalnya, dipatok mulai Rp260 ribu, ke Bandung dan Tasikmalaya Rp300 ribu, serta Rp400 ribu hingga Rp500 ribu ke Jawa Tengah dan Rp500 ribu hingga Rp600 ke Jawa Timur. Untuk motor sport, tarif pengiriman mulai Rp480 ribu hingga Rp800 ribu.

Loading...