Dikemas Secara Higienis, Sarden ABC Kecil Dijual dengan Harga Murah

Sarden - www.tokomesin.comSarden - www.tokomesin.com

sarden kaleng yang mudah disajikan memang bagi sebagian orang cukup bermanfaat, terutama ketika dalam kondisi darurat seperti sedang kelaparan tengah malam atau sedang tidak ada di . Sardines kalengan pun ada bermacam-macam mereknya, mulai dari merk ABC, Maya, King Fisher, Gaga, Mili, dan masih banyak lagi. Sarden-sarden tersebut biasanya dikemas dalam kemasan kaleng berukuran kecil atau besar dan dengan harga yang murah di berbagai pusat perbelanjaan.

Sebagai , harga Sardines ABC kecil kemasan 155 gram rasa tomat dijual dengan harga Rp 7.950 di Indomaret, sedangkan rasa chili 155 gr terpaut sedikit lebih mahal, yakni Rp 8.100 per kaleng. Sementara itu, di Alfamart harga sarden ABC kecil rasa saus tomat, saus cabai, saus ekstra pedas harganya dibanderol sama, sekitar Rp 8.900 per kaleng. Selain kemasan kecil isi 155g, ada pula sarden kemasan besar isi 425 gram dengan harga sekitar Rp 19 ribuan.

Layaknya ikan sarden pada umumnya, sarden ABC memiliki tulang ikan yang empuk, sehingga tidak merepotkan ketika hendak disantap. Sardines ABC diklaim kaya gizi dan aman dikonsumsi karena dipacking secara hermetis, yakni kedap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya. Kemudian kemasan disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen dan pembusuk pada suhu 117-119ocelsius selama 90-110 menit.

Dalam ikan Sardines ABC disebut-sebut memiliki kandungan gizi seperti Omega 3, kalsium, iron, Vitamin C, A, D, E, K, protein, dan yodium yang baik untuk . Meski mempunyai berbagai kelebihan, manakah yang lebih baik, ikan sarden kalengan atau ikan segar?

Menurut National Nutrient Database dari Departemen Agrikultur , ikan kalengan dan ikan segar mempunyai nilai nutrisi yang hampir sama. Akan tetapi, masing-masing ikan tersebut punya kelebihan dan kekurangan.

“Ikan kalengan memang lebih murah dan lebih gampang didapat dibanding ikan segar, belum lagi daya tahannya lebih lama, namun banyak orang lebih memilih ikan segar. Padahal, ikan kalengan biasanya berasal dari ikan yang benar-benar berasal dari alam bebas, dan bukan ikan yang diternakkan. Hal ini lebih baik, karena ikan ternak biasanya lebih banyak mengandung polutan lebih tinggi. Belum lagi, ikan kalengan seperti sarden mengandung kalsium karena tulangnya dilunakkan dan bisa dimakan,” kata Alive Lichstein, seorang profesor dari Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University, seperti dilansir Liputan 6.

Konsultan gizi, Leona Victoria Djajadi juga mengingatkan bahwa makanan kalengan sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. “Jangan makan makanan kalengan setiap hari karena tentu saja ada bahan pengawetnya. Makan ikan dan produk lainnya sebaiknya 2-3 x seminggu saja,” ucap Leona.

Loading...