Dikemas dalam Kemasan Kaleng, Harga Tuna Kingfisher Mulai Rp 18 Ribuan

Harga Tuna Kingfisher - www.kingfisher.co.thHarga Tuna Kingfisher - www.kingfisher.co.th

Sajian dalam kemasan seperti sarden, tuna, kepiting, atau semacamnya memang begitu disukai oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, makanan kalengan tersebut dinilai praktis karena cara penyajiannya cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Ada banyak merek tuna yang beredar di , salah satunya seperti King’s Fisher. tuna kaleng Kingfisher bervariasi, tergantung kemasan dan varian rasanya.

Sebagai , untuk King Fisher Tuna in Brine kemasan 170 gram harganya Rp 21.000, Kings Fisher Tuna Chunk in Oil 170 gr dibanderol seharga Rp 20.600 per kaleng, dan King’s Fisher Tuna Hot Spicy dijual dengan harga Rp 18.300 per kaleng. Ada pula tuna kaleng Kingfisher kemasan besar isi 1800 gram yang harganya berkisar antara Rp 135 ribuan hingga Rp 150 ribuan.

Produk makanan kalengan yang diproduksi oleh PT Bali Maya Permai Food Can Industri ini kabarnya telah mencapai angka produksi hingga ribuan unit. Menurut National Sales Manager PT Bali Maya Permai Food Can Industri, Muhammad Malcolm, kebutuhan konsumsi untuk makanan cepat saji biasanya akan meningkat hingga 30% saat memasuki bulan Ramadan.

Lebih lanjut Malcolm mengatakan, produk King’s Fisher di Makassar jaringan pemasarannya sudah merambah ke seluruh supermarket hingga ritel. “Dalam normal produksi kami wilayah Makassar mencapai 1.200 karton. Dan produksi ini meningkat 1.700 unit di bulan Ramadan,” ujar Malcolm.

Sebelumnya masyarakat Indonesia sempat dibuat geger dengan adanya temuan cacing dalam beberapa merek ikan sardines di pasaran. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Kashuri mengatakan, cacing yang ditemukan dalam 3 merek ikan makarel kaleng impor asal Singapura di pasaran adalah jenis Anisakis Spesies. “Bukan cacing pita seperti informasi yang beredar,” ujar Kashuri.

Kashuri menduga jika cacing dalam sarden itu karena pengemasan yang kurang higienis. Pada dasarnya, menurut Kashuri cacing itu sebenarnya sudah ada dalam perut ikan makerel, tetapi akan mati ketika proses sterilisasi pengalengan. “Masyarakat jangan salah persepsi, ini cacing yang sudah mati karena dalam proses pengalengan sarden itu ada sterilisasi dengan suhu di atas 100 derajat, bukan cacing hidup karena kemasan rusak,” ucapnya.

Ada 3 merek ikan makerel kaleng yang disebut mengandung cacing dan beredar di Riau, yakni Farmerjack, Hoki, dan IO. Ikan sarden yang mengandung cacing kabarnya bisa berdampak buruk jika dikonsumsi, terutama untuk orang yang alergi dan asma. “Dampaknya bila dikonsumsi dapat menyebabkan alergi dan gatal-gatal. Bahayanya kalau dikonsumsi orang yang sakit asma, tapi kalau orang normal itu tidak masalah,” jelasnya.

Loading...