Dijual Dengan Harga Cukup Terjangkau, Apakah Akurat Penggunaan Termometer Penetas Telur?

Harga, termometer, thermometer, penetas, penetasan, telur, telor, suhu, badan, jenis, keberhasilan proses, mesin, kapasitas, peternak, rakitan, teknologi, induk, air raksa, digital, sensor, kelebihan, keunggulan, akurat, hasil, sifat, di, pasaran, cara, kerja, cangkang, zat, macam, temperatur,Termometer air raksa penetas telur (sumber: majalahinfovet.com)

Termometer adalah bantu yang digunakan untuk mengukur suhu ataupun perubahan suhu pada sebuah materi. Tidak hanya digunakan untuk mengukur suhu badan manusia, ada juga termometer yang digunakan untuk penetas . termometer ini diklaim dapat membantu keberhasilan proses penetasan . Harganya beragam mulai Rp15 ribuan.

Berdasarkan cara kerjanya, termometer yang digunakan pada mesin penetas telur terbagi menjadi dua macam, yaitu termometer manual (menggunakan air raksa) dan termometer digital (menggunakan sensor). Sebagian orang berpendapat bahwa hasil pengukuran termometer air raksa lebih akurat dibandingkan termometer digital.

Alasannya adalah ada beberapa keuntungan air raksa sebagai zat pengisi termometer, antara lain mampu menyerap panas dari sebuah zat yang diukur dengan cepat, tidak membasahi dinding pipa kapiler pada termometer, mudah diamati karena warnanya mengkilat, sifat pemuaiannya sangat teratur dari suhu ke suhu, mudah terpanasi secara merata, sehingga perubahan suhu sangat cepat, dan rentang skala suhu cukup lebar.

Nah, untuk menghindari hasil pengukuran yang tidak akurat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti rutin mengkalibrasi termometer, jangan gunakan termometer air raksa yang ada celahnya (cairannya terputus). Ketika posisi telur tidur (horizontal), letakkan ujung bawah termometer air raksa sejajar dengan posisi tertinggi telur.

Kemudian, ketika posisi telur berdiri (vertikal), letakkan ujung bawah termometer air raksa di atas puncak telur, jaraknya sekitar 0,5 cm. Hindarkan sensor termometer digital menyentuh langsung cangkang telur.

Mesin penetas telur juga sudah lama dimanfaatkan oleh para peternak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Mereka bisa menetaskan telur tanpa harus dierami oleh induknya seperti yang terjadi selama ini dengan memanfaatkan mesin penetas.

Budhi Rahmadi, Kepala Desa Teluk Betung di Amuntai mengatakan, dia merakit sendiri mesin penetas telur tersebut untuk membantu para peternak, agar lebih mudah mengembangbiakkan ternaknya. “Saya terus berupaya memproduksi mesin rakitan ini untuk membantu di daerah yang selama ini menetaskan telur , itik dan puyuh menggunakan cara alami dan tradisional,” katanya kepada Skalanews. Menurut dia, melalui mesin penetas telur ini, peternak tidak perlu lagi menggunakan pengeraman induk atau menggunakan cara tradisional yang lebih merepotkan.

Budhi yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) HSU menjelaskan, jika pembuatan mesin penetas telur hasil rakitannya ini cukup menggunakan bahan kayu untuk membuat kotak penyimpanan telur, dengan dibantu alat electric thermostat dan termometer, cara kerja mesin penetas telur ini cukup sederhana. “Cukup memasukan telor dalam mesin dengan 100 F hingga menetas,” kata Budhi.

Prosesnya, sebelum telur dimasukkan dalam mesin, terlebih dahulu mesin dibersihkan (difumigasi) dengan menggunakan sejumlah obat seperti neo antisep atau rodalon, lalu mesin dinyalakan baru telur dimasukan. Mesin dibersihkan, agar tidak ada bakteri, jamur atau virus yang menempel di rak penyimpanan telur yang bisa merusak kualitas telur yang ingin ditetaskan. “Telur baru boleh dimasukkan ke mesin sebelum mesin dinyalakan, dan mencapai temperatur suhu mencapai kisaran 100°F atau 102°F,” katanya.

Sementara jumlah telur yang dimasukkan, disesuaikan dengan kapasitas rak, sesuai kapasitas mesin yaitu ada mesin kapasitas 100 telur, 150 telur, 250 telur hingga 400 telur sesuai pesanan pembeli.

Loading...