Dijadikan Campuran Pakan Ternak, Harga Ampas Tahu Per Karung Sekitar Rp 8 Ribuan

harga, ampas, tahu, per, karung, pakan, ternak, sapi, di, jawa, barat, kedelai, bahan, jepang, peternak, bentuk, proses, 60-80, kg, ransum, perah, efektif, potong, penggemukanPengolahan ampas tahu (sumber: Tokopedia)

Dalam proses pembuatan bahan seringkali menyisakan , seperti halnya . Meskipun tampaknya sebagai sesuatu yang tidak terpakai, namun siapa sangka, dari ampas bisa dijadikan sebagai makanan berkualitas, misalnya untuk sapi.

Ampas tahu diperoleh dari hasil pembuatan tahu yang dimulai dari perendaman selama 24 jam, kemudian dicuci dan digiling. Hasil gilingan itu merupakan bubur pada proses pembuatan tahu yang kemudian dimasak lebih kurang 10 menit dan disaring sehingga diperoleh bagian filtrat yang berupa susu dan ampas tahu.

Ampas tahu dalam bentuk aslinya dapat menimbulkan dampak atau permasalahan karena hasil degradasinya dapat menimbulkan persenyawaan yang berbau busuk jika ampas tahu tidak dimanfaatkan.

Meskipun sebagai bahan sisa atau limbah, namun ampas tahu bisa dimanfaatkan untuk pangan sapi. Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif apalagi pada sapi potong, pertambahan berat badannya akan cepat. Selain pertumbuhan lebih cepat, karkasnya bisa mencapai 53% dari berat sapi hidup. Biasanya pemberian ampas tahu dicampur dengan bekatul, lalu diberi air. Akan lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah dicacah, maka pertambahan atau pertumbuhan sapi menjadi lebih optimal.

Penggunaan ampas tahu dinilai sangat baik sebagai ransum ternak sapi perah. Di Jawa Barat, ampas tahu telah banyak dan sudah biasa digunakan oleh peternak sebagai makanan ternak sapi potong untuk proses penggemukan. Sementara itu, di Taiwan, ampas tahu digunakan sebagai pakan sapi perah mencapai 2-5 kg per ekor per hari. Sedangkan di Jepang, penggunaan ampas tahu untuk pakan ternak terutama sapi dan babi dapat mencapai 70%.

Selain bermanfaat bagi sapi, ampas tahu juga bisa membawa keuntungan bagi perajin tahu. “Kan sebelumnya disaring dulu antara ampas dan sari tahu, yang ampas biarpun nggak dipakai tetap dikumpulin buat dijual lagi,” ujar Asep, salah seorang perajin tahu.

Asep mengatakan, sehari ia bisa memproduksi sekitar 150 kilogram tahu. Dengan jumlah itu, ia dapat menghasilkan ampas tahu hingga empat karung per hari. Untuk harga ampas perkarungnya, dijual seharga Rp 8.000 per karung. Ada pula yang menjualnya sekitar Rp 9-12 ribuan per karung (kurang lebih 60-80 kg).

“Ya memang tidak seberapa besar untungnya, tetapi yang penting bisa buat nambah uang makan sehari-hari,” sambung Asep.

Ia mengaku punya pelanggan tetap yang membeli limbah ampas tahunya tersebut. “ paling banyak ya pengumpul ampas tahu, nanti mereka jual lagi ke pedagang-pedagang ternak. Ampas tahunya buat makanan sapi,” ujar pria asal Ciamis, Jawa Barat ini.

Sementara itu, Wayan, pembuat pakan sapi dari Dusun Yogaloka, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, mengatakan, dirinya mampu mengolah sebanyak 4,8 ton pakan ternak. Dari hasil tersebut, akan dijual kepada peternak sapi, kambing, kerbau dan itik.

“Setelah diolah menjadi pakan ternak, hasilnya saya jual kepada peternak. Per 60 kilogram pakan olahan tersebut dijual dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan limbah ampas tahu saya beli Rp 10 ribu per 60 kilogramnya,” tutur Wayan.

Loading...