Dijadikan Bahan Dasar Nuklir, Plutonium Termasuk Logam Dengan Harga Relatif Mahal

harga, plutonium, bahan, dasar, nuklir, bom, atom, mahal, di, dunia, sulit, dicari, logam, spesial, thorium, di, indonesia, korea, utara, hiroshima, nagasaki, reaksi, inti, berat, ledakan, unsur, energiIlustrasi: hasil pengolahan plutonium menjadi zat radioaktif berbahaya (sumber: wrdw.com)

Pernah mendengar tentang atom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki? Peristiwa pengeboman yang terkenal pada saat itu, kekuatan ledaknya merupakan hasil dari pelepasan energi yang tiba-tiba saat membelah inti unsur berat, seperti plutonium.

Plutonium merupakan spesial yang memang menjadi bahan dasar . Siapa sangka ternyata harganya cukup mahal karena terbilang sulit dicari. Harga plutonium sekitar $4000 atau sekitar Rp 59 jutaan. Dengan harga itu, plutonium masuk di jajaran benda termahal di dunia.

Logam tersebut dijadikan bahan dasar nuklir salah satunya oleh negara Korea Utara (Korut). Firma analis dan pemantau aktivitas Korea Utara, North 38, yang berafiliasi dengan John Hopkins University, menguak lokasi stok dan penyimpanan nuklir milik negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un tersebut. Hasil pantauan juga menunjukkan bahwa Korut tampak melakukan pemrosesan untuk nuklir, lebih banyak dari biasanya. Informasi itu diperoleh North 38 dari sebuah penginderaan satelit termal jarak jauh pada kompleks nuklir Yongbyon, 90 km utara Pyongyang.

Berdasarkan analisis penginderaan tersebut, North 38 menyimpulkan bahwa kompleks tersebut tampak melakukan pemrosesan bahan baku yang diduga plutonium, untuk membuat nuklir dua kali lebih banyak sepanjang September 2016 hingga Juni 2017 dibanding dengan hari-hari biasa.

itu beroperasi lebih sering dan tampak ada dua pemrosesan bahan baku yang diduga untuk menghasilkan plutonium dalam jumlah yang belum dapat ditentukan. Proses itu dapat meningkatkan cadangan nuklir Korea Utara,” jelas analisis North 38.

Peningkatan aktivitas termal di fasilitas yang sempat ditutup pada tahun 2007 itu dan dibuka kembali pada tahun 2013 itu dapat menjadi indikasi bahwa Korea Utara bertendensi untuk meningkatkan stok nuklir yang diduga akan dijadikan senjata rudal.

Hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa bahan baku yang digunakan Korut untuk membuat nuklir mengindikasikan komposisi yang sedikit ketinggalan zaman. North 38 menjelaskan bahwa pola termal di Yongbyon hanya konsisten dengan indikasi plutonium (bahan baku nuklir tradisional), bukan isotop/tritium yang merupakan bahan baku nuklir modern dan dianggap memiliki hasil olahan yang jauh lebih mumpuni jika dibandingkan dengan plutonium.

Sejak 2006, Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir di bawah tanah sebanyak enam kali. Hingga Juli 2017, Pyongyang telah melakukan tes peluncuran rudal jarak menengah dan jauh sampai 11 kali.

Sementara itu, di , menurut Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan ada sekitar 210.000-280.000 ton thorium yang tersimpan di perut bumi . Thorium merupakan salah satu jenis nuklir di samping uranium, namun limbah radio aktif yang dihasilkannya jauh lebih rendah dibanding uranium.

‚ÄúThorium tidak menghasilkan plutonium pada proses reaksi nuklirnya sehingga tidak dapat disalahgunakan untuk tujuan . Ini tidak bisa dimanfaatkan sebagai senjata, jadi lebih aman,” ujar Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto.

Loading...