Dihitung per Paket, Berikut Kisaran Biaya Pembuatan PT Baru

Ilustrasi Pembuatan PT - legalyn.com

JAKARTA – sejak dulu telah dikenal sebagai salah satu yang ribet dalam urusan birokrasi, salah satunya membuat perseroan terbatas (PT). Nah, untuk menghapus stigma tersebut, pada tahun 2016 kemarin, mengeluarkan Paket Kebijakan XII, yang salah satunya mempermudah pembuatan PT sehingga memangkas pendirian.

“Jika sebelumnya berdasarkan UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, modal minimal untuk pendirian PT dipersyaratkan Rp50 juta, maka kini diperingan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, seperti dikutip Okezone. “Dalam paket ini, modal dasar PT tetap minimal Rp50 juta, tetapi untuk UMKM, modal dasar ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri PT yang dituangkan dalam akta pendirian PT.”

Berdasarkan deregulasi tersebut, jika Anda ingin mendirikan PT, Anda wajib mengajukan nama serta izin yang dikenakan dengan biaya sekitar Rp200 ribu. Kemudian, memperoleh standar akta dari notaris dengan biaya Rp1 jutaan, pengajuan izin pendirian badan hukum sebesar Rp1 jutaan, pengajuan SIUP dan TDP serta BPJS secara online (tanpa biaya), perusahaan di Dinas Tenaga Kerja (tanpa biaya), dan mendapatkan nomor dan VAT Collector Number secara online.

Meski Paket Kebijakan XII telah dirilis, namun dalam praktik di lapangan, biaya mengurus pendirian PT masih relatif mahal. Besaran biaya tersebut menyesuaikan dengan skala bisnis perusahaan yang akan didirikan. Di salah satu notaris, besaran biaya pembuatan PT berkisar Rp5 juta sampai dengan Rp8 juta, tergantung skala perusahaan yang akan didirikan.

“Kami menyediakan paket sesuai dengan jenis PT yang akan didirikan, mulai mikro, menengah, hingga besar. Semakin besar modal PT, maka semakin besar pula biaya pengurusan,” ujar seorang pegawai di salah satu kantor notaris di bilangan Ciledug, Tangerang. “Kalau PT kecil Rp5 juta, PT menengah Rp6,5 juta, sedangkan PT besar Rp8 juta.”

Ia menambahkan bahwa tiap kantor notaris memiliki standar yang berbeda, dan biasanya perbedaan tersebut per wilayah (atau per kamar dalam istilah notaris). Yang paling mahal bisa mencapai Rp10 juta. “Itu merupakan biaya paket, mulai dari pesan nama, biaya akta notaris, biaya pengurusan NPWP, biaya pengurusan domisili, dan biaya pengesahan akta notaris dari Kementerian Hukum dan HAM,” sambungnya.

Loading...