Dihimpit Sentimen Negatif, Rupiah Berhasil Balik ke Level 14.000-an

Jakarta memberikan harapan baru pagi ini (15/12) dengan sebanyak 62 basis poin. Dikutip dari , Garuda terkerek 0,44% ke level Rp 14.061/ di pembukaan sesi awal .

Tak lama berselang, Rupiah naik lagi ke level Rp 14.000 per AS pada pukul 08.58 WIB, setelah perdagangan bursa dibuka. Kali ini Rupiah dinyatakan menguat 123 poin (0,87%) dari level penutupan kemarin (14/12).

Analis PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menilai bahwa Rupiah masih memiliki peluang untuk terdepresiasi, hanya saja tak sekencang beberapa hari belakangan. “Harga minyak yang penurunannya mulai berkurang berpeluang mengurangi tekanan pelemahan (pada) Rupiah hari ini,” ujarnya, pagi ini (15/12).

Menurut Rangga, pelemahan tajam yang terjadi pada Rupiah merupakan imbas dari penguatan Dolar AS di seluruh kawasan . Ditambah lagi dengan anjloknya harga minyak dan depresiasi yang semakin membuat Rupiah terpuruk.

Senada dengan Rangga, Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada memproyeksikan pelemahan Rupiah seiring dengan sentimen negatif yang juga menyerang IHSG. Apalagi kalau bukan tentang Rapat FOMC yang bakal dilangsungkan minggu ini, bersamaan dengan diadakannya Rapat Dewan Gubernur BI.

“Kedua sentimen tersebut kurang lebih sama dimana banyak pelaku yang menantikan keputusan akan berubah maupun tidaknya suku bunga dari masing-masing Bank Sentral,” terangnya dalam riset yang diterima pagi ini oleh awak media.

Loading...