Digusur dari Pedesaan, Sektor Pertanian dan Peternakan Singapura Terancam Mati

Nasib industri pertanian dan peternakan di terancam “mati” setelah menginstruksikan untuk membangun kamp latihan baru milik Pertahanan di kawasan pedesaan tersebut. dan peternak diberi kesempatan untuk pindah dari tempat mereka hingga selambat-lambatnya tahun 2019 mendatang.

Sebelumnya, batas waktu pindah bagi petani dan peternak ditetapkan Juni tahun depan. Tetapi, Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) akhirnya memberikan jangka waktu yang lebih lama, yaitu 2,5 tahun guna memberikan kesempatan bagi petani dan peternak untuk berbenah.

Para petani dan peternak sendiri bersedia pindah jika mendapat jaminan yang menguntungkan bagi bisnis mereka. “Kami perlu tahu bahwa ada rencana atau arah (untuk perpindahan ini),” ujar Presiden Kranji Countryside Association (KCA), Kenny Eng, yang mewakili 40 peternakan kepada The Sunday Times.

Memang, rincian tepat dari lokasi dan tempat baru masih belum diumumkan. Ini membuat sektor pertanian dan peternakan di Singapura menemui ketidakpastian. “Ini mungkin menjadi keadaan yang paling sulit bagi petani dan peternak,” kata salah satu peternak puyuh, William Ho.

Sementara itu, The Jurong Frog Farm, Chelsea Wan, mengatakan bahwa mereka memerlukan pasokan air yang konstan dari sumur dan waduk di lokasi yang baru. Namun, tersebut tampaknya tidak tersedia di tempat yang baru. “Kami memang masih bisa bekerja dengan pemasok kami dan membangun peternakan di luar negeri. Namun, produksi kami mungkin hanya berakhir pada katak pabrik,” katanya.

Selain itu, hal lain yang dikeluhkan jika pindah di tempat baru adalah persoalan biaya. Co-owner Lian Wah Hang Quail dan Poultry Farm, Ho, mengatakan bahwa biaya yang dibutuhkan jika memulai bisnis di tempat baru sekitar 10 juta AS, termasuk belanja infrastruktur untuk memastikan usahanya tetap komersial. Ini bisa memakan waktu antara tiga hingga lima tahun, serta butuh waktu 10 tahun untuk mengembalikan biaya investasi tersebut.

Sebelumnya, pada 2014 lalu, AVA telah mengumumkan masa sewa yang diberikan kepada petani di tempat baru adalah 10 tahun dengan opsi perpanjangan 10 tahun. “Masa sewa 20 tahun akan memberikan kepastian untuk pertanian dan memungkinkan mereka berinvestasi dalam teknologi yang produktif,” kata Kepala Eksekutif AVA, Tan Poh Hong.

Loading...