Digunakan Untuk Merekatkan Kayu, Harga Lem Epoxy Terbilang Variatif

harga, lem, epoxy, untuk, kayu, avian, merekatkan, sambungan, furnitur, mebel, uang, koin, sen, lantai, kaca, logam, gelap, resin, kemasan, ukuran, gram, kg, Rp 45.000, kaleng, merek, komponen, variatifMembuat perlengkapan rumah dari material papan kayu (Instagram: @lempresto)

epoxy biasanya digunakan untuk merekatkan sambungan atau sambungan pada atau mebel. Salah satu lem yang tersedia di pasaran yaitu Avian Lem Epoxy Resin (2 komponen). Harganya sekitar Rp 45.000 untuk kemasan kaleng ukuran 340 gram. Selain itu, tersedia juga ukuran 1,6 kg.

Selain merek Avian, terdapat pula merek lainnya, seperti lem epoxy Dextone seharga Rp 13.000, lem epoxy resin adhesive B7000 seharga Rp 25.000, lem Milan epoxy adhesive seharga Rp 20.000, dan masih banyak merk lainnya. Secara keseluruhan, lem epoxy terbilang variatif, mulai dari belasan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah.

Di samping untuk merekatkan kayu, lem epoxy juga bisa digunakan untuk menyambung logam, kaca, serta plastik. Lem tersebut dinilai memiliki keunggulan seperti mudah digunakan, daya rekat , tahan terhadap air atau udara yang mengandung garam, serta hasilnya transparan (tidak buram).

Pada musim hujan, biasanya pintu kayu mudah memuai, sehingga susah untuk ditutup secara rapat. Untuk memperbaikinya, Anda bisa mengolesi panel pintu dengan lem epoxy, kemudian tambal dengan kayu jenis yang sama.

Cara lain untuk mengatasi hal tersebut dapat dengan melakukan pendempulan pada bagian retak, lalu dicat sesuai dengan finishing pintu. Untuk langkah pencegahan, Anda bisa meminta bantuan kepada produsen kayu untuk mengeringkan panel pintu kayu. Batas kering kayu tersebut sebaiknya memenuhi syarat umum untuk bisa digunakan yaitu 12 persen kandungan air di dalam kayu.

Selain untuk merekatkan kayu, logam, kaca, lem epoxy juga bisa digunakan untuk merekatkan uang koin. Hal itu dilakukan oleh Tonya Tooners, seorang yang mendekorasi lantai kamarnya dengan lebih dari 13.000 uang sen (koin).

“Perbaikan lantai hemat biaya ini melibatkan tiga kantong uang sen senilai 50 dollar dari bank, dan 10 botol lem Elmer, dan beberapa epoxy yang lumayan mahal, satu bak wood filler karena plywoodnya berlubang dan uang sen cukup kecil, serta beberapa potong kayu,” ucap Tooners.

Ia mengatakan bahwa dirinya mulai menyusun bagian tengah ruangan dengan menempelkan setiap uang koin ke lantai dengan membentuk kotak-kotak kecil, yang setiap kotaknya berisi sekitar 16 buah koin.

Tooners sudah membuat bentuk-bentuk yang berbeda dengan menggunakan uang koin berwarna gelap dan masih berkilau. “Pekerjaan kemudian berlanjut ke sudut kedua. Kalian bisa melihat mangkuk-mangkuk yang berisi uang sen itu telah dipilah,” tambahnya.

Setelah menempatkan dan menempelkan sekitar 13.000 uang koin itu ke lantai, ia mulai menambahkan lapisan epoxy untuk melindungi lantai secara keseluruhan. “Anda bisa melihat uang sen berselang-seling antara kepala dan ekor, dan semua wajah (di koin) menghadap ke arah yang sama.” ucap Tooners.

Ketika ia menyusun uang-uang koin tersebut, dan kehabisan koin yang berwarna gelap, ia membuat uang sen yang masih berkilau menjadi berwarna gelap sehingga ia bisa melanjutkan menyusun lantainya.

“Saya memberikan sedikit sulfur untuk mengubah uang sen ini menjadi berwarna kebiruan-ungu-hitam. Lalu, tiba-tiba ada bentuk baru, saya pun harus kembali membongkar uang sen yang telah ternoda secara alami, dan menggantinya lagi,” ujar Tooners.

 

Loading...