Digunakan Untuk Menyimpan Bahan Bakar & Air, Harga Jerigen Plastik 30 Liter Cukup Terjangkau

harga, jerigen, plastik, 30, liter, drum, 20, air, bahan, bakar, biru, kuning, putih, omzet, penjualan, musim, kemarau, kelebihan, kekurangan, ringan, bobot, berat, pasokan, PDAM, terjangkauJerigen plastik 30 liter (sumber: rumahjerigen.com)

Jerigen sering digunakan sebagai tempat menyimpan bensin, , dan lainnya. Pada awalnya, jerigen menggunakan material besi yang bisa menampung sekitar 20 cairan. Seiring majunya teknologi, kini tersedia berbagai macam pilihan tempat penyimpanan bahan bakar. Dan, seiring kebutuhan, beberapa jerigen dengan material umumnya digunakan untuk menampung kebutuhan air bersih.

Tidak hanya pada saat musim kemarau, jerigen plastik yang berisi air juga berguna pada saat kegiatan off-road. Material yang biasa digunakan adalah besi dan plastik. Jerigen berbahan besi dinilai memiliki kualitas lebih baik, dari segi waktu yang lebih tahan lama.

Sementara jerigen plastik juga memiliki kelebihan antara lain lebih ekonomis, bobot lebih ringan, anti karat, dan lebih variatif. Di pasaran, jerigen plastik dijual dalam berbagai ukuran dengan harga yang cukup terjangkau. Jerigen plastik 20 liter dijual dengan harga Rp 26 ribuan, 25 liter Rp 33 ribuan, 30 liter Rp 37 ribuan.

Walaupun memiliki kelebihan, jerigen plastik dinilai ada kekurangannya, yaitu dapat memuai dan dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan reaksi kimia pada bahan bakar. Biasanya jerigen plastik untuk bahan bakar berwarna biru, kuning untuk diesel, dan putih untuk air.

Jerigen plastik berisi air banyak diperjualbelikan pada saat musim kemarau menyerang. Seperti yang dilakukan warga di wilayah Soreang, Bandung. Pada saat sumur mengering dan ada gangguan pasokan air dari PDAM, penjual jerigen dan plastik mendapatkan berkah. Omzet penjualan mereka meningkat.

Eneng, salah seorang penjual mengatakan, “Alhamdulillah banyak yang beli. Tempat ini mulai ramai dikunjungi warga sekitar yang ingin membeli jerigen plastik untuk tempat air.”

Jerigen berkapasitas 20 liter dibanderol harga Rp 15 ribu per unitnya. Sedangkan, drum 120 liter dibanderol harga Rp 130 ribu per unit. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pembeli berasal dari wilayah Soreang. Biasanya pembeli membeli langsung dua atau tiga jerigen sekali . “Dalam sehari bisa terjual 15-20 jerigen,” tambah Neneng.

Sementara untuk drum, dalam sehari bisa terjual tiga hingga empat unit per harinya. Di tempat jualannya itu, terdapat tumpukan puluhan jerigen dan drum plastik. Selain itu, Eneng juga menjual drum , namun warga jarang membelinya. “Mungkin karena berat,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa penjualan di saat musim kemarau merupakan yang terbaik, walaupun ada saat-saat kemarau yang masih diiringi oleh frekuensi hujan yang intens. “Di hari biasa, saya hanya bisa menjual dua, kadang malah tidak ada penjualan jerigen atau drum. Barang yang sekarang dijual ini sebagian dari stok tahun-tahun sebelumnya,” ujar Neneng kembali.

Sementara itu, salah seorang warga yang membeli drum, Kurnia, mengungkapkan bahwa, “Drum ini saya beli untuk menampung air, karena pasokan air dari PDAM kerap mengalami gangguan di musim kemarau. Drum ini disimpan di rumah, kalau buat bawa air ke PDAM nanti bawa jerigen” tuturnya.

Loading...