Digunakan Sebagai Media Menanam Hidroponik, Rockwool Dijual Dengan Harga Per M2

Rockwool HidroponikRockwool Hidroponik

Bagi tanaman , pasti sudah tidak asing lagi dengan satu ini, yaitu rockwool. Rockwool merupakan salah satu media fiber atau mineral wool yang sudah lama populer di Eropa. Awalnya digunakan sebagai isolasi, kemudian dikembangkan untuk berkebun di Denmark.

Penggunaan rockwool sebagai media tanaman memiliki keuntungan, karena seratnya dapat menyimpan air untuk akar tanaman dan juga memegang udara. Selain itu, rockwool juga bisa menjaga zona akar untuk pertumbuhan yang sehat. Hal ini dapat menjadi suatu hal yang penting dalam sistem hidroponik.

Anda dapat membeli rockwool yang dengan ukuran per m2 atau m3, dan harganya dihitung per lembar. Misalnya untuk rockwool ukuran 120x60cm, dengan tebal 5cm (60kg/m3) seharga Rp 39.500. Ada juga rockwool 40kg, 80kg, bahkan 100kg yang dengan berbeda.

Rockwool ada 2 (dua) jenis sebagai media hidroponik, yaitu rockwool khusus pertanian dan rockwool insulator. Keduanya merupakan produk impor. Rockwool insulator biasanya digunakan untuk tabung pendingin ruangan (AC) atau air panas di gedung bertingkat. Rockwool itulah yang kini banyak digunakan para pecinta hidroponik.

Dalam penggunaan rockwool ini, Anda harus tetap berhati-hati, pasalnya karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan . Selain itu, untuk pemakaiannya, rockwool tidak dapat digunakan berulang. Sebab, sayuran yang dipanen akarnya sudah menyebar di rockwool. Pada umumnya rockwool akan dijual bersama sayuran hasil .

Sebagian orang telah menanam dengan sistem hidroponik dengan menggunakan rockwool sebagai medianya. Seperti yang dilakukan oleh Ainun, warga Kota Medan. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam di rumahnya. “Tanaman hidroponik ini sangat mudah dibuat tanpa menggunakan tanah,” ucapnya.

Ia menjelaskan media untuk tanaman hidroponik cukup dengan menggunakan rockwool yang terbuat dari batuan vulkanik. Media ini dianggap steril dari hama, penyakit, dan gulma. “Rockwool ini biasanya dipesan dari luar kota, karena di Medan belum banyak yang menjual,” kata Ainun.

Ia mengungkapkan bahwa tanaman yang ditanam dengan cara hidroponik di rumah miliknya antara lain kangkung, sawi putih, sawi botol. dan daun mint, serta tanaman sayuran oriental.

“Kalau udah mulai bisa di panen, biasanya dua bulan atau tiga bulan dan hasilnya saya jual,” ungkapnya.

Tidak hanya di Medan, salah satu warga Solo mendapatkan keuntungan dari selada dengan sistem hidroponik. “Awalnya hanya coba-coba menanam sayuran di rumah. Kemudian saya ikut pelatihan tentang tanaman hidroponik di Jawa Timur. Setelah itu saya mencoba serius dengan aneka selada,” terang Andi Wibowo, warga Jalan Baturan Raya, Solo.

“Saya memiliki 16 modul dengan aneka jenis selada. Ada selada keriting hijau, merah, romaine, dan butterhead,” tambahnya.

Dalam menjalankan Budidaya hidroponiknya ini Andi melibatkan 4 orang pegawai yang bertugas membantunya bertanam, sampai panen. “Selada bisa dipanen 30-40 hari setelah bibit ditanam. Dalam sepekan, saya bisa panen antara 1-2 modul selada. Kemudian saya jual secara eceran dengan harga R p5.000. Jadi, sekali panen bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah,” ujar Andi.

Loading...