Digunakan Pada Acara Keagamaan, Rebana Satu Set Ukir Dijual Mulai Harga Rp 3.200.000

Rebana Satu Set - (Sumber: rebanademaklatifardani.blogspot.co.id)Rebana Satu Set - (Sumber: rebanademaklatifardani.blogspot.co.id)

Alat pukul rebana telah dikenal sejak zaman dahulu. Rebana dipercaya berasal dari Bahasa Arab, yaitu rabbana, yang berarti ‘Tuhan kami’. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa alat tersebut bisa digunakan untuk menyerukan nama Allah SWT dalam bentuk doa-doa dan pujian yang dilantunkan. Tidak hanya itu, rebana juga digunakan untuk menyerukan nama Rasullullah SAW.

Rebana sudah banyak diproduksi dengan berbagai kreasi. Salah satunya adalah rebana ukir. Misalnya rebana (hadroh) ukir dari Jepara. Satu set rebana ukir Jepara versi Habib Syech dijual mulai Rp 3.200.000 hingga Rp 4.500.000. Satu set terdiri dari 4 terbang hadroh, 4 keplak/marawis, 1 bass mika, 1 tam/pengiring bass, 1 dumbuk/calty/darbuka. Bagi Anda yang berminat, dapat melakukan secara online maupun offline.

Pada acara seperti pengajian umum, suara tabuhan rebana sayup sayup terdengar mengiringi suara orang berselawat. “Ahbabul Musthofa mengiringi pembacaan maulid menggunakan rebana. Rebana tersebut menjadi penyedap saat pembacaan maulid sehingga lebih mantap,” ujar Agus Iriyanto, humas Jam’iyyah, tempat pengajian dilaksanakan.

Selain digunakan dalam acara keagamaan, rebana juga mampu menjadi sebuah barang yang bernilai jual. Seperti hasil alat musik rebana yang terbuat dari kayu dan kulit ternak dari Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hasil tersebut sebagian sampai dijual ke berbagai daerah, termasuk di luar Pulau Jawa.

“Sebelumnya, sebagian konsumennya dari Kabupaten Jepara dan Demak, namun saat ini justru pemesannya paling banyak dari luar Jawa, seperti Kalimantan serta sejumlah kota di luar Pulau Jawa,” kata pengrajin alat musik rebana Sugiharto di Kudus.

Bahkan, kata Sugiharto, hampir semua kota di luar Pulau Jawa pernah memesan alat musik rebana di tempat usahanya. Kualitas alat musik buatannya, diakui para pembeli dari luar Pulau Jawa memang cukup berkualitas. Hal tersebut membuat mereka memilih memesannya ke Kudus.

Kayu yang digunakan untuk membuat alat musik rebana mulai dari kayu nangka hingga mahoni. Alat musik rebana itu dijual mulai harga Rp 2juta hingga Rp 5juta per paketnya. “Semakin rumit pengerjaannya, harga jualnya bisa semakin mahal,” ujar Sugiharto.

Dalam membuat alat musik tersebut, ia mengaku bekerjasama dengan pengrajin lain yang khusus memasang kulit rebana dari hewan ternak. Sementara, pengolahan bahan lain yaitu kayu yang diubah menjadi rangka rebana, dilakukan di tempat usaha Sugiharto, termasuk ukiran pada rangka rebana tersebut.

Dalam menjalankan usaha kerajinan rebana, Sugiharto mengaku mengalami kendala di dan tenaga kerja. Ia masih membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, sehingga pemesanan dalam besar dapat ia layani.

Loading...