Digunakan Mengobati Infeksi Jamur Serius, Harga Amfoterisin B Bubuk Capai Jutaan Rupiah Per Kg

Amfoterisin B Bubuk - (Sumber: alibaba.com)Amfoterisin B Bubuk - (Sumber: alibaba.com)

Amfoterisin merupakan salah satu obat yang digunakan pada penderita infeksi jamur sistemik/serius. Obat anti jamur ini bekerja terutama dengan mengganggu permeabilitas membran sel jamur sensitif dengan mengikat sterol, terutama ergosterol.

Obat tersebut diklaim efektif untuk mengatasi infeksi jamur Absidia spp, Aspergillus spp, Basidiobolus spp, Blastomyces dermatitidis, Candida spp, Coccidoide immitis, Conidiobolus spp, Cryptococcus neoformans, Histoplasma capsulatum, Mucor spp, dan lain-lain.

Organisme lain yang telah dilaporkan sensitif terhadap amfoterisin B termasuk alga Prototheca spp. dan Leishmania protozoa dan Naegleria spp. Hal ini tidak aktif terhadap bakteri (termasuk rickettsia) dan virus. Beberapa strain yang resisten terhadap Candida telah diisolasi dan diberikan jangka panjang dengan amfoterisin B. Amfoterisin B hanya tersedia dengan resep dokter.

Berdasarkan sumber online, harga amfoterisin B berupa bubuk dengan kisaran harga US$ 1-1000 per kilogram (kg), atau sekitar Rp 13.506-13.506.523 per kg. Produk ini tersedia dalam bentuk powder untuk solusi dan juga injeksi.

Dosis yang diberikan berbeda pada tiap pasien. Dalam penggunaannya, diharapkan memperhatikan dengan sungguh-sungguh petunjuk dokter atau petunjuk pada label. obat yang dikonsumsi tergantung pada kekuatan obat. dosis, waktu yang diberikan antara dosis, dan lamanya waktu mengonsumsi obat ini tergantung pada kasus yang dialami pasien.

Amfoterisin B biasanya juga digunakan untuk pasien pengidap infeksi jamur seperti Koksidiodomikosis, yang ada pada penderita AIDS. Tetapi, sayangnya penyakit tersebut baru dapat diketahui dalam jangka waktu lama.

“Biasanya dibutuhkan waktu 5 tahun sampai akhirnya gejala HIV bisa terlihat. Pada tahap ini HIV sudah menjadi AIDS dan harus diberi penanganan segera,” kata Humas Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi (PAOGI), Ulul Albab.

Salah satu jamur yang diklaim dapat diobati adalah candidosis intertriginosa. Infeksi jamur ini menyebabkan timbul bercak merah terang sampai merah kecokelatan, gatal, dan kadang terasa perih.

Umumnya, infeksi ini terjadi di bagian lipatan tubuh seperti ketiak, pertengahan siku, bagian bawah payudara, atau pada lipatan perut pada orang yang gemuk. Penyebab infeksi ini adalah Candida sp dan yang paling sering adalah Candida albicans.

“Jamur Candida sp sebenernya termasuk flora normal . Tapi, kenapa bisa jadi penyakit tergantung beberapa ,” tutur dr Radit.

Faktor tersebut antara lain kebersihan, kondisi kulit yang lembap, misalnya pada pasien obesitas atau orang yang mudah berkeringat, sering menggunakan pakaian ketat, dan tidak menyerap keringat, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, konsumsi obat-obatan yang menurunkan kekebalan tubuh misalnya obat kemoterapi dan pemakaian sabun antiseptik.

Lalu, apakah berbahaya jika dibiarkan? Menurut dr Radit, Candidosis intertriginosa bukan penyakit yang mengancam nyawa. Sehingga, jika dibiarkan saja bisa menyebabkan rasa gatal, merah, dan bekasnya semakin parah.

Menurut dokter lain, yaitu dr Laksmi Duarsa SpKK dari D&I Skin Centre Denpasar, mengatakan bahwa untuk mengatasi infeksi karena jamur tersebut, umumnya pasien akan diberi obat oral atau krim antijamur. Krim antijamur dapat dioleskan dua kali sehari setelah mandi.

“Namun, pastikan kondisi kulit sudah dikeringkan terlebih dulu untuk menghindari kondisi kulit yang justru malah lembap. Kalau terasa gatal, jangan digaruk. Lebih baik dioles dengan krim antijamur tadi,” kata dr Laksmi.

Untuk mencegah munculnya jamur tersebut, dr Radit dan dr Laksmi memiliki pendapat yang sama. “Jaga kondisi tetap kering dengan mengganti pakaian dalam lebih sering, serta mengeringkan area genital setelah cebok. Gunakan pakaian dalam kalau bisa yang berbahan katun. Kemudian, jaga berat badan,” tutur dr Radit.

Penting diperhatikan untuk menjaga kebersihan tubuh, terutama pada area yang rentan terkena infeksi agar tidak sampai lembap.

Loading...