Digitalisasi Gerus Pasar Buku, Begini Cara Penerbit Indie Jerman Bertahan

Digitalisasi Gerus Pasar Buku - www.entrepreneur.comDigitalisasi Gerus Pasar Buku - www.entrepreneur.com

BERLIN – Tidak bisa dipungkiri bahwa era telah memilik dampak yang cukup besar bagi pasar buku, tidak terkecuali di maju seperti Jerman. Namun, di tengah kebangkrutan para penerbit dan grosir besar, penerbit independen yang lebih kecil mencoba untuk tetap bertahan dengan menawarkan konten yang memiliki nilai seni tinggi serta sosial, serta iming-iming penghargaan dari pameran buku.

Dilansir Deutsche Welle, Asosiasi Penerbit dan Penjual Buku Jerman baru saja melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pembaca berusia 20 hingga 49 tahun terus menurun dan digitalisasi berdampak besar pada pasar buku. Situasi ini diperparah dengan kebangkrutan grosir buku terbesar di negara itu, kelompok Koch, Neff & Volckmar (KNV), yang diumumkan pada Februari kemarin.

Ada sekitar 3.000 penerbit buku di Jerman, sepertiganya adalah penerbit , yang berarti mereka tidak menjual buku khusus atau materi dan pengajaran, tetapi melayani umum. Sekitar 7 persen penerbit menyumbang 95 persen dari total omzet lebih dari 5 miliar euro. Sisanya, 93 persen adalah penerbit independen kecil dan menengah, yang kebanyakan menerbitkan kurang dari 10 buku dalam setahun.

Ada juga kriteria formal untuk diakui sebagai independen, bahwa penerbit tidak termasuk kelompok mana pun, memiliki profesional dan struktur penjualan, dan menerbitkan setidaknya dua judul setahun. Sementara, penerbit yang membiayai diri mereka sendiri berdasarkan subsidi pencetakan, banyak yang tidak dianggap independen. Penerbit ‘independen’ ini harus memiliki omzet tahunan kurang dari 5 juta euro.

Karena raksasa seperti KNV terpaksa mengundurkan diri, banyak penerbit independen kini terancam kehilangan persentase tinggi dari omzet tahunan mereka. Berbeda dengan rumah penerbitan besar, yang dapat memberlakukan periode pembayaran 30 hari, penerbit kecil dihadapkan pada periode pembayaran 60 hari oleh grosir buku seperti KNV.

Ketika KNV mengajukan kebangkrutan pada bulan Februari, sebagian besar penerbit independen telah kehilangan bisnis Natal mereka, sumber pendapatan terpenting tahun ini. “Penghasilan pada Desember dapat memenuhi pengeluaran sepanjang tahun, dan jika Anda tidak menerimanya, maka sulit untuk menutup kesenjangan,” kata Frauke Hampel dari penerbitan Connewitz.

Penerbit Voland & Quist mengatakan bahwa lebih bijak jika menyerah pada keadaan ini, setelah mereka merenungkan seberapa besar kerugian yang telah dialami. Penerbit ini sendiri adalah yang pertama mengumumkan kerugian mereka di blog perusahaan, dengan saldo terutang lebih dari 65.000 euro, yang setara dengan 12 persen dari penjualan tahunan.

Meski terancam, namun para penerbit terus melakukan pekerjaan mereka. Mereka melakukannya karena sebagian besar penerbit kecil tidak hanya tertarik untuk menjual buku. Menurut Britta Jürgs, ketua dewan Yayasan Kurt Wolff, karya penerbit independen kecil selain memiliki nilai seni tinggi, juga memuat konten sosial.

Setiap musim semi, di Leipzig Book Fair, Yayasan Kurt Wolff memberikan dua hadiah. Hadiah utama tahun ini diberikan kepada Andreas Meyer dari Merlin-Verlag, salah satu penerbit independen tertua di Jerman, yang telah ada selama 60 tahun. Yang kedua adalah penghargaan kemajuan. “Keragaman budaya di Jerman sebagian besar dibentuk oleh keberadaan dan kegiatan banyak penerbit independen yang lebih kecil,” tegas Asosiasi Penerbit dan Penjual Buku Jerman.

Pemerintah Jerman juga tidak berdiam diri melihat situasi pasar buku. Pada Oktober 2018, beberapa bulan sebelum kebangkrutan KNV, Monika Grütters, Komisaris untuk Kebudayaan dan Media, mengumumkan ajang Penghargaan Penerbitan Jerman. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk melawan ‘monokultur intelektual’, dengan satu-satunya yang selamat adalah yang menjamin angka penjualan tinggi.

Minggu ini, terungkap bahwa penghargaan akan menyediakan hadiah total lebih dari 1 juta euro, dibagi menjadi beberapa kategori. Mulai bulan Mei mendatang, penerbit kecil dan independen dapat mendaftar. Tiga hadiah utama masing-masing 60.000 euro akan diumumkan pada bulan Oktober di Pameran Buku Frankfurt. Selain itu, 60 penerbit kecil terkemuka di antara mereka yang telah menghasilkan kurang dari 3 juta euro dalam tiga tahun terakhir, akan dipamerkan dan diberikan masing-masing hadiah 15.000 euro.

“Dukungan untuk penerbit independen melalui penghargaan semacam itu berarti berinvestasi dalam karya-karya langka yang bukan bagian dari arus utama, dalam suara-suara yang tidak nyaman, dan pikiran-pikiran perintis,” sambung Britta Jürgs. “Pada akhirnya, kami berinvestasi dalam keanekaragaman budaya dan demokrasi kami.”

Loading...