Diformulasikan Untuk Pasien Gangguan Fungsi Hati, Harga Susu Hepatosol Lola Rp150 Ribuan

Harga, susu, Hepatosol Lola, pasien, gangguan, fungsi, hati, kesehatan, organ, menjaga, hepatitis, hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, liver, gejala, umum, L-ornithine L-aspartate, 185 gr, rasa, jeruk, asam amino, virus, transfusi, darah, jenis, penyakit, asupan, nutrisi, berat badan, konsumen, dokter,Mengonsumsi susu untuk pasien gangguan fungsi hati

Gangguan fungsi bisa menyebabkan seseorang menderita yang dapat mengancam jiwa. Untuk menjaga organ dan mencegah gangguan fungsi , ada sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan mengonsumsi yang diklaim baik untuk menjaga kesehatan , seperti Hepatosol Lola yang dengan Rp150 ribuan.

Hepatosol Lola adalah diet khusus untuk pasien dengan gangguan fungsi hati berat disertai ensefalopati hepatik (penurunan fungsi otak). Kandungan L-ornithine L-aspartate pada Hepatosol LOLA akan mengurangi penimbunan amonia pada hati. Selain meringankan kerja hati, Hepatosol LOLA juga membantu pemulihan kesehatan hati pasien.

Beberapa umum pasien gangguan hati berat, seperti metabolisme tubuh berlebihan, sehingga pasien dengan mudah mengalami penurunan berat badan. Asupan nutrisi yang tidak bisa menyeimbangi proses metabolisme yg berlebihan, sehingga pasien malnutrisi. Serta ketidakseimbangan jumlah antara asam amino rantai cabang dan asam amino aromatik dapat menyebabkan pasien mengalami penurunan fungsi otak dari stadium ringan hingga berat (koma).

Dengan berat produk 185 gr, susu Hepatosol Lola rasa jeruk ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti adanya kandungan karbohidrat 71% sebagai sumber energi, protein 19% yaitu asam amino rantai cabang, lemak 9% yaitu MCT (Medium Chain Trigliceride) sebagai lemak yang siap diubah menjadi energi dan tidak membebani kerja hati sehingga aman untuk pasien gangguan hati, vitamin dan mineral, dan LOLA (L-Ornithine L-Aspartate)

Dengan rutin mengonsumsi susu Hepatosol Lola, konsumen bisa mendapatkan sejumlah manfaat, di antaranya mencegah pemecahan glikogen hati, memperbaiki keseimbangan dengan asam amino aromatik, membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, dan membantu mempertahankan kesadaran pasien.

“Gangguan di hati dapat berupa berbagai jenis penyakit seperti hepatitis (infeksi), hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis (pengerasan hati), dan banyak lagi,” kata dr. Suci Dwi Putri.

Dokter Suci menambahkan, yang paling banyak diderita saat ini adalah hepatitis. Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan karena virus Hepatitis. Virus Hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, dan virus Hepatitis C. Gejala pun dapat bermacam-macam tergantung jenis gangguan hati yang dialami.

Hepatitis A bisa ditularkan lewat makanan, air, peralatan makan, mainan, dan juga benda-benda lainnya yang terkontaminasi dengan feses, dan paling utama adalah akibat kondisi tangan yang kotor. Hepatitis B ditularkan lewat darah, cairan tubuh, kontak seksual, jarum suntik yang digunakan untuk infus, kontaminasi jarum yang digunakan untuk membuat tato, akupuntur, tindik atau piercing.

Sementara Hepatitis C ditularkan melalui transfusi darah, jarum suntik yang digunakan untuk infus, kontak seksual, kontaminasi jarum yang digunakan untuk membuat tato, akupunktur dan tindik telinga. Gejala hepatitis pada umumnya adalah perut begah, mata kuning, mual atau muntah, badan lemas dan cepat lelah, nyeri di daerah ulu hati, dan terjadinya perubahan pada buang air besar (BAB) dan buang air kecil.

Loading...