Didukung Stimulus Moneter-Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi RI bisa Capai 5.2% di 2016

Jakarta – Dikatakan oleh Perry Warjiyo, Deputi Gubernur , pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat ditingkatkan minimal ke level 5,2% pada tahun melalui bauran 4 stimulus dari sektor moneter maupun .

Dalam sebuah paparan ekonomi yang diadakan di Jakarta, kemarin (25/1), Perry menuturkan bahwa pemulihan ekonomi tersebut bahkan telah dimulai sejak kuartal ke-3 2015.

“Sektor konstruksi, , dan itu beberapa sektor yang mulai kelihatan pertumbuhannya,” ujarnya.

Disampaikan oleh Perry, penurunan dari semula 7.5% menjadi 7.25% pada Januari 2016 ini telah menyempurnakan ketiga stimulus fiskal dan moneter yang sebelumnya telah diluncurkan.

Ketiga stimulus tersebut diantaranya adalah kebijakan fiskal untuk memprioritaskan alokasi anggaran di sektor produktif, menghilangkan sebagai reformasi struktural, dan stimulus pelonggaran yang diberikan Bank Indonesia di sisi makroprudensial.

“Memang jangan diharapkan (pertumbuhan) akan terus langsung melonjak. Tapi kita akan terus meningkat, saya kira 5,2% bisa dicapai tahun ini,” ucap Perry.

Perry memprediksi pemulihan ekonomi di akhir kuartal III lalu akan menaikkan angka realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2015 sebesar 4,9%, setelah di 3 kuartal sebelumnya hanya tumbuh masing-masing 4,7%, 4,67%, dan 4,73%.

Indikator pemulihan ekonomi domestik, dikatakan Perry, akan berdampak pada peningkatan stabilitas nilai tukar . Perry yakin akan bergerak stabil di semester pertama 2016 dan cenderung menguat di semester selanjutnya.

Loading...