Dibutuhkan Saat Panjat Tebing, Harga Harness Eiger Relatif Terjangkau

Harness Eiger - www.bukalapak.comHarness Eiger - www.bukalapak.com

Kegiatan berbau outdoor memang terus diminati. Selain aktivitas panjat tebing biasa, kini bermunculan juga aktivitas serupa yang dinamakan via ferrata, yakni panjat tebing menggunakan tangga baja. Aktivitas memanjat tebing yang curam ini bukan hanya untuk memacu adrenaline saja, tetapi juga sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran alias refreshing.

Bagi yang masih pemula, tentunya harus memilih medan yang tingkat kesulitannya rendah. Menurut Kepala sekolah komunitas Panjat Tebing Merah Putih, Tedi Ixdiana, di ada beberapa tebing yang cocok untuk pemula sampai profesional. Bagi yang baru memulai climbing, sebaiknya memilih tempat yang tidak terlalu tinggi dan jauh penjangkauannya.

“Bisa di tebing Citatah di sekitaran , tebing Ciampea di sekitaran Bogor, tebing Batu Lawang di Kabupaten Cirebon, tebing Siung di selatan Yogyakarta, atau tebing Songan di Bali,” kata Tedi, seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Tedi mengungkapkan, panjat tebing untuk olahraga lebih sederhana dibandingkan untuk panjat tebing petualangan atau ekspedisi. Adapun untuk olahraga panjat tebing hanya membutuhkan tali, carabiner, seat harness, sepatu panjat, chalk bag, dan sebagian ada yang menggunakan tambahan crash pad atau matras untuk meminimalisir cedera saat jatuh.

Sebagai , full body harness Eiger sekitar Rp 575 ribuan ketika sedang promo. Selain Eiger, sebenarnya masih banyak pilihan merek harness yang berkualitas seperti Barshol yang dijual dengan Rp 620 ribuan, harness Singing Rock mulai Rp 765 ribuan, Simond Harness untuk junior atau anak-anak Rp 760 ribuan, Harness Petzl Pandion seharga Rp 902 ribuan, hingga merek lokal seperti harness lokal Argo yang harganya hanya Rp 323 ribuan.

Sementara itu, peralatan untuk panjat tebing petualangan atau ekspedisi masih perlu tambahan seperti paku tebing atau piton, pengaman sisip (chock), pengaman sisip pegas, pita webbing, alat kait (skyhook), tangga tali (stirrup), hingga alat bor (handrill), dan palu (hammer). “Alat panjat tebing untuk petualangan dan ekspedisi lebih banyak dan sedikit rumit, biasanya tali pemanjat lebih banyak,” paparnya.

Loading...