Dibutuhkan Nelayan Sebagai Wadah Hasil Tangkapan, Harga Cooler Box Bekas Mulai Rp 100 Ribuan

harga, cooler, box, bekas, suhu, rendah, dingin, produk, benda, bahan, wadah, makanan, dan, minuman, ikan, nelayan, kesulitan, online, rusak, solusi, hasil, tangkapan, mesin, pendinginCooler box untuk menyimpan minuman dingin

Cooler box merupakan wadah yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan dalam suhu rendah atau dingin. Benda ini berbentuk kotak tebal dan cukup besar, namun relatif mudah untuk dibawa ke mana-mana.

Benda tersebut tidak jarang ditemukan oleh para pedagang yang menjajakan makanan dan minuman dingin. Biasanya, pedagang membawa benda tersebut untuk menyimpan es yang akan digunakan dalam meracik . Penjaja makanan beku keliling juga sering membawanya.

Tidak hanya sebagai penyimpan makanan dan minuman, cooler box juga bisa digunakan sebagai wadah untuk menyimpan vaksin dan darah. Suhu rendah dinilai bisa menjaga barang yang tersimpan di dalamnya tetap segar.

Soal , cooler box tentu berbeda-beda, tergantung dari , , dan spesifikasi. Jika cooler box baru masih terbilang mahal, maka Anda bisa membeli yang . Harganya mulai dari Rp 100 ribuan. Informasi mengenai produk bisa Anda cari secara online.

Cooler box bekas mungkin bisa menjadi solusi bagi yang kesulitan untuk mencari wadah penyimpan ikan. Seperti yang dialami oleh di Maluku. Mereka mengaku terlilit sejumlah masalah, seperti masalah , kelangkaan bahan bakar minyak (BBM),dan minimnya fasilitas.

Menurut Denny, salah seorang nelayan di Kecamatan Nusaniwe, khususnya Negeri/Desa Latuhalat dan Silale tidak bisa berkembang dan tidak sejahtera jika tidak ada yang membeli apabila ikan hasil tangkapan jumlahnya sedikit.

“Kami juga mengalami kesulitan dengan tidak adanya cold storage dan mesin pendingin termasuk cooler box untuk menyimpan hasil tangkapan,” ujar Denny.

Selain itu, kesulitan lain seperti kurangnya persediaan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin di lokasi tambatan perahu juga dialami oleh para nelayan di Maluku tersebut. Memang ada depot bensin yang dibangun oleh pemerintah di PPI (Pelabuhan Pendaratan Ikan) Dusun Eri, Negeri Low, Kecamatan Nusaniwe. Namun, bensin itu biasanya habis dibeli oleh pengecer yang kemudian dijual kembali dalam kemasan botol air mineral.

“Kami juga termasuk kategori nelayan porsein dan bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran. Dan juga bantuan jatuh ke tangan milik perorangan bukan untuk kelompok nelayan. Jika ada bantuan melalui kelompok, ketua biasanya akan menguasainya,” ucap Denny kembali.

Oleh karena itu, ia berharap untuk ke depannya, pemerintah bisa memberikan bantuan untuk nelayan porsein seperti cooler box. Benda itu dianggap bisa dijadikan sebagai wadah menyimpan hasil tangkapan ikan supaya tidak cepat rusak.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Ambon, John Latuihamalo mengatakan untuk meningkatkan penghasilan para nelayan, pihaknya memberikan pembinaan melalui tenaga penyuluh lapangan yang ada di semua desa pesisir pantai.

“Kita memberikan pembekalan kepada para penyuluh bagaimana memberikan pendampingan yang baik, karena masih ada tenaga penyuluh yang belum melakukan pendampingan dengan baik,” tutur John.

Loading...