Dibutuhkan dalam Pertambangan Emas, Harga Air Raksa per Kg Bisa Capai Jutaan Rupiah

Air Raksa - mystupidtheory.comAir Raksa - mystupidtheory.com

raksa atau yang juga disebut merkuri dikenal sebagai logam yang memiliki bentuk cair. kimia kini memiliki warna khas mirip perak keabu-abuan. Air raksa biasanya dibutuhkan untuk sejumlah bidang industri seperti pertambangan emas, pembuatan lampu, alat listrik, pelapis cermin, hingga digunakan untuk membuat termometer dan barometer. Air raksa biasanya eceran per gram, per kg, atau ada juga yang menjualnya per galon dengan mencapai puluhan juta .

Sudah bukan hal asing lagi jika air raksa disebut-sebut sebagai salah satu cairan di dunia yang dijual dengan harga cukup mahal. Bayangkan saja, harga air raksa per kg di Indonesia berkisar di angka ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Berdasarkan penelusuran dari beberapa situs jual-beli online, harga air raksa Jerman bersertifikat per kilogram dibanderol Rp 750 ribuan, kemudian untuk air raksa asal Amerika Rp 850 ribu, air raksa asal Spanyol Rp 650 ribuan, dan yang paling murah air raksa produksi China yang hanya dijual Rp 550 ribuan saja per kilo. Ada pula yang menjual hingga Rp 1,3 jutaan per kg.

“Air raksa yang mempunyai bagus adalah air raksa dengan kadar 99,99 persen. Air raksa ini disebut juga air raksa murni. Biasanya air raksa dijual eceran 1 kilogram atau dijual dengan original packing,” kata salah satu penjual air raksa.

Untuk mengenali air raksa atau merkuri berkualitas baik kabarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang paling mudah adalah dengan mendiamkan air raksa di dalam sebuah wadah selama beberapa saat. Apabila air raksa tersebut cepat keruh atau bahkan berubah warna menjadi kehitaman, berarti air raksa tersebut sudah tidak lagi murni.

Namun meski keberadaan air raksa dianggap penting bagi beberapa sektor industri, rupanya World Health Organization (WHO) justru fokus untuk berupaya meniadakan penggunaan merkuri. “Merkuri adalah salah satu dari 10 bahan kimia teratas yang menjadi perhatian masyarakat dan merupakan zat yang menyebar ke dalam dan menetap dalam ekosistem untuk beberapa generasi, menyebabkan sakit parah dan gangguan intelektual pada populasi yang terpapar,” ujar Kepala WHO Margaret Chan, seperti dilansir Liputan6.

Oleh sebab itu, di Indonesia sendiri proses produksi air raksa memang diharuskan sesuai standar. Kepolisian pun aktif menggerebek industri rumahan yang mengolah air raksa secara ilegal karena berpotensi menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan dan lingkungan.

Loading...