Dibuka Turun 2 Poin, Rupiah Kembali Melenggang ke Zona Hijau

Jakarta – Setelah memanfaatkan peluang untuk menguat selama beberapa hari berturut-turut di tengah memanasnya kondisi antara Amerika Serikat dan Korea Utara, hari ini, Kamis (7/9) dibuka melemah 2 poin atau 0,02 persen ke level Rp 13.335 per . Kemarin, Rabu (6/9) Garuda berakhir terapresiasi 0,04 persen atau 5 poin ke Rp 13.333 per dolar usai diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.328 hingga Rp 13.343 per dolar .

Meski dibuka melemah, rupiah ternyata berhasil rebound dan bergerak naik 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp 13.328 per dolar AS pada pukul 08.25 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan USD terhadap 6 mata uang utama terpantau turun 0,03 persen menjadi 92,220 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Dolar AS anjlok karena tertekan sentimen yang masih mencermati pernyataan terbaru dari salah satu pejabat .

Pada Selasa (5/9) lalu, Gubernur , Lael Brainard menuturkan, AS harus lebih berhati-hati saat hendak menaikkan suku bunga acuan. Di sisi lain inflasi AS juga tetap lemah. Menurut para , komentar Brainard itu telah mengurangi ekspektasi terkait probabilitas kenaikan suku bunga The Fed berikutnya untuk tahun 2017 ini.

Sementara itu, analis Bank Mandiri, Reny Eka Putri berpendapat bahwa pergerakan rupiah relatif stagnan dan cenderung positif. Pasalnya dari dalam negeri juga masih minim sentimen. Menurutnya, kondisi kurs rupiah saat ini masih banyak dipengaruhi data-data ekonomi AS yang tak terlalu positif dan rendahnya tingkat pertumbuhan inflasi.

Senada, Research & Analyst Monex Investindo, Putu Agus Pransuamitra mengatakan bahwa inflasi yang rendah mengakibatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed tertunda dan turut melemahkan gerak dolar AS. Konflik antara AS-Korut sendiri menurut Putu tak terlalu berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah. “Kisruh geopolitik lebih berpengaruh pada stabilitas dollar AS,” ucapnya.

Walau demikian, Indonesia diminta tetap waspada dengan kondisi geopolitik saat ini dan terus mengamati perkembangan untuk beberapa waktu mendatang. “Jika terjadi eskalasi ketegangan, bisa saja rupiah ikut terpengaruh,” tandasnya.

Loading...