Dibuka Turun 13 Poin, Penguatan Dolar AS Masih Tekan Laju Rupiah

Rupiah diprediksi akan kembali mengalami tren pelemahan pada perdagangan Rabu (1/6) ini. Dolar AS yang kembali menguat serta rilis data yang diramal memburuk bisa menjadi penghalang bagi pergerakan Garuda sepanjang .

Menurut Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 13 poin atau 0,10% di level Rp13.661 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.664 per dolar AS pada pukul 08.31 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau 0,39% ke level 95,891 pada penutupan perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB.

“Hari ini, dengan indeks dolar AS yang kembali menguat, dan jika data China buruk, rupiah bisa kembali melemah,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Pelemahan dolar AS mulai pudar di pasar Asia seiring dengan penguatan yang tertahan.”

Meski indeks kepercayaan konsumen AS turun drastis, imbuh Rangga, yang menandakan permintaan domestik yang belum begitu solid, namun harga rumah yang dilaporkan naik signifikan berhasil mendorong indeks dolar AS untuk tetap perkasa. “Pagi ini ditunggu indeks China yang diperkirakan turun. Dolar AS berpeluang kembali menguat di Asia pagi ini,” sambung Rangga.

Pada perdagangan Selasa (31/5) kemarin, rupiah harus ditutup melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.648 per dolar AS. Pernyataan sejumlah pejabat Bank Sentral AS yang akhirnya memengaruhi optimisme pasar akan kekuatan mata uang lainnya membuat rupiah limbung.

Loading...